Apakah Kopi Berbahaya Untuk Kesehatan?





Minum kopi saat bekerja merupakan kebiasaan yang selalu saya lakukan di pagi hari. Bagi saya, minum kopi bisa menambah semangat dan energi dalam bekerja sehingga produktivitas kerja akan menjadi lebih baik. Entah, hanya saya yang merasakannya atau ada orang lain di luar sana yang menyepakatinya.

Apakah Kopi Berbahaya Untuk Kesehatan?

Ternyata sejarah memang mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi sudah ada sekitar 3 ribu tahun Sebelum Masehi oleh Bangsa Etiopia.

Bahkan, kabarnya kopi selain memiliki rasa dan aroma yang nikmat, juga berkhasiat untuk menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit kardiovaskuler (jantung).

Dari situ kemudian muncul pertanyaan di otak saya, apakah kopi berbahaya untuk kesehatan? Mengingat saya adalah penikmat kopi, dan biasanya selalu menghabiskan 3 cangkir kopi setiap hari.

Tentunya saya tidak ingin kalau dari kesenangan minum kopi tersebut menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang serius di kemudian hari.

Baca juga: Apa Jenis Minuman Kopi Favoritmu?


Adanya Perbedaan Reaksi Tubuh Masing-masing Orang Terhadap Kafein 


Sekarang ini kopi telah menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat.

Namun, sebagian orang ada juga yang tidak menyukai kopi. Alasannya, seringkali setelah mereka mengkonsumsi kopi, ada rasa tidak nyaman yang timbul di dalam tubuh seperti nyeri pada lambung, jantung berdebar, susah tidur, atau sakit perut ingin buang air besar.

Tubuh tiap orang memang memiliki respon yang berbeda-beda terhadap secangkir kopi yang diminumnya. Menurut National Geographic Indonesia, hal ini terkait dengan gen masing-masing individu.

Jadi, ada orang dengan gen yang dapat menguraikan kafein lebih cepat, dan ada juga orang-orang dengan gen yang lebih lambat dalam menguraikan kafein.

Seperti kita ketahui, kafein merupakan zat yang terkandung dalam kopi. Menurut Ahmed El-Sohemy, professor ilmu gizi dari Universitas Toronto, kafein cenderung memicu masalah kardiovaskuler pada orang-orang dengan metabolisme kafein yang lambat. Sebab, zat stimulan akan bertahan lebih lama di dalam tubuh.

Sedangkan orang-orang dengan metabolisme kafein yang lebih cepat akan memperoleh keuntungan dari kandungan dalam kopi seperti antioksidan, dan polyphenols, tentunya dengan efek samping kafein yang lebih rendah.


Batas Aman Konsumsi Kafein ke Dalam Tubuh

Batas Aman Konsumsi Kafein ke Dalam Tubuh
Kafein (kafeina) merupakan senyawa yang dihasilkan melalui metabolisme sekunder golongan alkaloid dari tanaman kopi dan memiliki rasa yang pahit. Itulah mengapa kopi terkenal dengan kandungan kafeinnya yang tinggi.

Terjadinya berbagai masalah kesehatan yang timbul akibat minum kopi biasanya terkait dengan aktivitas kafeina di dalam tubuh.

Kafein di dalam tubuh memiliki peranan utama meningkatkan kerja psikomotor sehingga tubuh tetap terjaga serta memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi. Namun, efek tersebut biasanya baru akan terjadi setelah beberapa jam mengkonsumsi kopi.

Perlu kita ketahui pula bahwa senyawa kafein ini tidak hanya terdapat dalam kopi, tapi juga terdapat pada daun teh dan biji cokelat.

Berikut ini merupakan kandungan kafein yang biasanya terdapat pada beberapa jenis minuman:
- Secangkir kopi: 85 miligram.
- Secangkir teh: 35 miligram.
- Minuman berkarbonasi: 35 miligram.
- Minuman berenergi: 50 miligram.

Secara umum, batas konsumsi kafein yang aman masuk ke tubuh adalah 100 sampai 150 miligram per hari. Dengan jumlah tersebut, tubuh sudah mengalami peningkatan aktivitas yang cukup untuk membuatnya tetap terjaga.

Banyak kafein yang hilang karena rusak ataupun larut dalam air perebusan selama proses pembuatan kopi. Sekarang ini juga telah banyak ditemukan berbagai cara yang memungkinkan dalam implementasi bioteknologi  untuk mengurangi kadar kafein dalam kopi.

Salah satu cara terbaru ialah dengan menggunakan senyawa theophylline yang dilekatkan pada bakteri untuk menghancurkan struktur kafein.

Penghilangan kadar kafein dalam proses pengolahan kopi disebut dekafeinasi. Biasanya, dekafeinasi dilakukan untuk mengurangi kadar kafein dalam kopi agar rasanya tidak terlalu pahit.

Selain itu, beberapa juga ada yang menggunakannya untuk menekan efek samping dari aktivitas kafein di dalam tubuh.

Minuman kopi yang terdekafeinasi seringkali dikonsumsi oleh para pecandu kopi untuk mengurangi akumulasi kafein yang berlebihan di dalam tubuh. Proses ini bisa juga dilakukan dengan melarutkan kafeina dalam senyawa metilen klorida dan etil asetat.


Khasiat dan Efek Negatif Meminum Kopi

Khasiat dan Efek Negatif Meminum Kopi

Di sekitar lingkungan saya mungkin cukup sedikit orang yang tidak suka kopi. Dan tulisan ini tidaklah bermaksud menggiring persepsi mereka untuk menyukai kopi. Toh, saya juga bukan agen penjual kopi. Hehe. Suka-suka Anda, mau minum kopi ya monggoh, tetap tidak suka kopi yo ra’ popo.


Khasiat yang di Dapat Dari Minum Kopi

Berikut ini beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari meminum kopi:


- Mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer (dibaca: alz-zhai-me). 

Penyakit Alzheimer adalah sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif. Penyakit ini bukan jenis penyakit berjangkit, tapi merupakan keadaan dimana terjadi penurunan yang parah pada daya ingat seseorang sehingga penderita tidak mampu mengurus diri sendiri.


- Mengurangi risiko terkena penyakit Parkinson. 

Parkinson (Paralysis Agitans) merupakan penyakit degenerative syaraf yang ditemukan pertama kali pada tahun 1817 (An Essay on the Shaking Palsy) oleh Dr. James Parkinson.


- Meningkatkan memori jangka pendek manusia. 

Hal ini dikarenakan kafein akan bereaksi secara kimia untuk menstimulasi dan membantu kita lebih cepat tanggap serta fokus terhadap informasi yang diterima dengan lebih baik untuk jangka pendek tertentu.


- Meredakan sakit kepala. 

Kandungan kafein dalam kopi dapat membantu untuk menghilangkan rasa sakit sementara sama seperti aspirin, midol, ataupun Excedrin. Bahkan, banyak dari obat-obat sakit kepala maupun migraine yang mengandung kafein dalam jumlah kecil.


- Kopi adalah diuretic yang baik. 

Peminum kopi biasanya akan lebih sering buang air kecil. Hal ini baik untuk membantu tubuh dalam proses eksresi, yaitu membuang semua zat-zat yang sudah tak diperlukan lagi oleh tubuh melalui urine.


- Kopi juga dapat mengurangi resiko terkena batu ginjal.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal Clinical of American Society of Nephrology, orang yang minum kopi setidaknya satu cangkir sehari memiliki risiko 26 persen lebih rendah menderita batu ginjal.


- Berfungsi efektif sebagai antioksidan.

Antioksidan sangat diperlukan oleh tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Antioksidan menormalkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron di dalamnya, serta menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif.

Baca juga: Pernah Coba Minum Kopi Tanpa Gula? Ternyata Manfaatnya Luar Biasa Bagi Tubuh


Dampak Negatif Minum Kopi

Bila Wikipedia mengatakan batas aman konsumsi kafein adalah 100 sampai 150 miligram per hari. Berbeda halnya dengan yang disebutkan oleh para peneliti dari Florida Alzheimer’s Disease Research Center.

Menurut mereka, dosis maksimal kopi yang dikonsumsi setiap hari adalah sebanyak 500 miligram kafein atau sama dengan 5 cangkir ukuran 236,5 mililiter kopi.

Takaran 500 miligram kafein atau 5 cangkir berukuran 236,5 mililiter kopi tersebut dikatakan tetap aman atau tidak berbahaya bagi kesehatan selama seseorang tidak memiliki penyakit darah tinggi dan juga bukan diperuntukkan bagi wanita hamil.

Selain banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan meminum kopi, ternyata juga ada efek negatifnya. Berikut ini adalah beberapa dampak negatif yang mungkin timbul dari meminum kopi melebihi dosis yang dianjurkan:

- Kopi dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi susah buang air besar atau constipation.

- Kopi menyebabkan karang gigi dan gigi cepat menjadi kuning bila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

- Peningkatan asam lambung. Tingkat keasaman kopi yang tinggi dapat merangsang pengeluaran asam lambung secara berlebih.

- Kopi meningkatkan kegelisahan. Dosis kopi yang berlebihan akan membuat seseorang sulit tidur dan mengalami kegelisahan.

- Kopi memicu peningkatan detak jantung. Kafein yang terkandung dalam kopi bersifat stimulant yang mencandu dan dapat mempengaruhi sistem kardiovaskuler seperti peningkatan detak jantung, dan meningkatnya tekanan darah.

Namun, beberapa dampak negatif dari kopi tersebut juga dapat berbeda untuk tiap-tiap individu seperti yang telah diuraikan sebelumnya, tergantung bagaimana kemampuan tubuh dalam menguraikan kafein.

Meskipun demikian, kita harus tetap menjaga pola hidup sehat dan mengatur waktu atau jadwal minum kopi supaya jumlah kafein yang masuk ke dalam tubuh tidak terlalu berlebihan.



Berbagai Isu Kesehatan Tentang Kopi

Banyak isu yang beredar tentang dampak negatif dari meminum kopi bagi tubuh. Beberapa di antaranya seperti risiko terkena kanker, penyakit diabetes mellitus tipe 2, insomnia, penyakit jantung, dan kehilangan konsentrasi.

Namun, tidak sedikit pula penelitian yang justru mengungkapkan sebaliknya.

Penelitian-penelitian yang dilakukan malah menunjukkan bahwa kandungan kafeina yang terdapat dalam kopi ternyata mampu menekan pertumbuhan sel kanker secara bertahap.

Selain itu, kafeina juga terbukti dapat menurunkan risiko penyakit diabetes mellitus tipe 2 dengan cara menjaga sensivitas tubuh terhadap insulin. Bahkan, kafeina dalam kopi juga diklaim mampu mencegah penyakit serangan jantung.

Pada sejumlah kasus, konsumsi kopi juga dapat membuat tubuh tetap terjaga dan membantu peningkatan konsentrasi meski tidak terlalu signifikan.

Akan tetapi, ternyata tidak sedikit atlet yang ternyata mengkonsumsi kopi sebelum bertanding. Sebab, senyawa aktif dalam kopi dipercaya mampu meningkatkan metabolisme energi dalam tubuh, terutama untuk memecah glikogen yang merupakan gula cadangan dalam tubuh.

Selain kafeina, kopi juga memiliki kandungan senyawa antioksidan dalam jumlah yang cukup bagi tubuh. Kandungan antioksidan tersebut akan membantu tubuh dalam mencegah efek pengrusakan sel oleh senyawa radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker, diabetes, maupun penurunan respon imun.

Senyawa-senyawa antioksidan yang terkandung dalam kopi di antaranya seperti polifenol, flavonoid, proantosianidin, kumarin, asam klorogenat, dan tokoferol.

Oleh karena itu, kopi baiknya disajikan dengan merebusnya secara langsung atau mencampurkannya dengan air mendidih agar aktivitas antioksidan tersebut dapat meningkat, dan juga tentu saja rasanya akan lebih nikmat dibandingkan cara penyajian dengan air yang tidak terlalu panas.


Amankah Kopi Diminum oleh Anak-anak?

Amankah Kopi Diminum oleh Anak-anak?
Tak hanya orang dewasa, ada sebagian anak-anak yang juga senang minum kopi. Mungkin hal tersebut tampak kurang wajar karena biasanya kopi identik dengan minuman untuk orang dewasa. Lantas, apakah aman bila kopi dikonsumsi oleh anak-anak?

Bila kita membaca lagi tulisan tentang sejumlah manfaat yang bisa didapatkan dari minum kopi dengan takaran yang pas, mulai dari menurunkan berbagai risiko penyakit berbahaya seperti Alzheimer, Parkinson, kanker usus, hingga mengurangi risiko terkena diabetes, tentunya kopi cukup aman bila dikonsumi oleh anak-anak.

Meski demikian, konsumsi kopi yang berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan organ jantung.

Menurut seorang pakar kesehatan dr Thomas de Paulis, kopi merupakan minuman yang cukup aman untuk anak-anak.

Bahkan, anak-anak di Brasil rutin mengkonsumsi kopi setiap hari dan mampu menurunkan risiko terkena depresi.

Tak hanya itu, kopi dalam takaran yang juga dapat membantu anak-anak untuk lebih baik dalam berkonsentrasi, khususnya bila diminum ketika akan mengerjakan tugas atau melaksanakan ujian.

Namun, dalam penelitian tersebut tidak dijelaskan berapa usia anak yang diperbolehkan dan seberapa takaran kopi yang pas untuk mereka dalam kesehariannya.

Sebagai orangtua kita tetap harus membatasi anak-anak terhadap konsumsi kopi karena bila dikonsumsi secara berlebihan pun akan tidak baik bagi kesehatan saraf dan jantung.

Dalam beberapa kasus, kopi juga dapat memicu masalah hiperaktif pada anak dan membuat mereka jadi kecanduan.

Takaran kopi yang disarankan oleh de Paulis untuk anak-anak adalah beberapa cangkir saja dalam seminggu. Takaran ini dipercaya masih cukup aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak untuk membuat tubuhnya tetap sehat.

Ternyata kopi memang memiliki manfaat yang cukup banyak bila dikonsumsi dalam takaran yang pas. Dalam hal apapun, segala sesuatu yang berlebih-lebihan sejatinya akan memberi dampak yang buruk diri kita.

Sumber/gambar:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kopi
http://doktersehat.com/cara-memilih-kopi-yang-aman-untuk-lambung/#ixzz4coaITR3E



0 Response to "Apakah Kopi Berbahaya Untuk Kesehatan?"