4 Faktor Utama yang Harus Diperhatikan Dalam Penyelenggaraan Berlalu Lintas





Masalah lalu lintas menjadi masalah yang banyak dihadapi di beberapa Negara maju dan juga Negara berkembang seperti Indonesia.

4 Faktor Utama yang Harus Diperhatikan Dalam Penyelenggaraan Berlalu Lintas
Liputan6.com
Sejumlah permasalahan yang sering dijumpai adalah tingginya angka kecelakaan, kemacetan, pelanggaran lalu lintas, dan polusi udara.


Kurangnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Kepatuhan Hukum dan Keselamatan Lalu Lintas

Dari berbagai masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan berlalu lintas, masalah utama yang menjadi perhatian adalah tingginya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, di Indonesia telah terjadi banyak kecelakaan lalu lintas yang telah merenggut korban jiwa dengan angka rata-rata mencapai 10 ribu per tahun. Sekitar 332 orang meninggal dunia dari 1000 kecelakaan yang terjadi.

Tidak hanya merenggut korban jiwa, kecelakaan lalu lintas tersebut juga menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 41,3 triliun.

Hal ini tentu sangat memprihatinkan, diperlukan langkah-langkah strategis guna meningkatkan keselamatan dan kepatuhan hukum dalam berlalu lintas.

Selain berbagai permasalahan di atas, lalu lintas dan angkutan jalan juga memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan dan integrasi nasional sebagai bagian dari upaya memajukan kesejahteraan umum sebagaimana telah diamanatkan oleh UUD 45.


4 Faktor Utama Dalam Penyelenggaraan Berlalu-Lintas

Lalu lintas dan angkutan jalan sebagai bagian dari sistem transportasi nasional harus dikembangkan potensi dan perannya guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran berlalu lintas dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi dan pengembangan wilayah.

Oleh sebab itu, terdapat 4 faktor utama yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan berlalu-lintas dan angkutan jalan, antara lain:

1. Keamanan lalu lintas dan angkutan jalan merupakan suatu keadaan di mana setiap orang, barang, maupun kendaraan terbebas dari gangguan perbuatan melawan hukum, dan rasa takut dalam berlalu-lintas.

2. Keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan merupakan suatu keadaan di mana setiap orang terhindar dari risiko kecelakaan dalam berlalu-lintas yang disebabkan oleh manusia, kendaraan, jalan, maupun kondisi lingkungan.

3. Ketertiban lalu lintas dan angkutan jalan adalah terciptanya suatu keadaan yang berlangsung secara teratur sesuai dengan hak dan kewajiban setiap pengguna jalan.

4. Kelancaran lalu-lintas dan angkutan jalan adalah terciptanya suatu keadaan berlalu lintas dan penggunaan angkutan yang bebas dari hambatan dan kemacetan di jalan.


Tujuan Penyelenggaraan Lalu-lintas dan Angkutan Jalan

Berdasarkan Pasal 3 Undang-undang No 22 Tahun 2009, disebutkan bahwa lalu lintas dan angkutan jalan diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Terwujudnya penyelenggaraan Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan yang aman, selamat, tertib, lancar, dan terpadu dengan moda angkutan lain untuk mendorong perekonomian nasional, memajukan kesejahteraan umum, memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, serta mampu menjunjung tinggi martabat bangsa.

2. Terwujudnya etika berlalu-lintas dan budaya bangsa.

3. Terwujudnya penegakan hukum dan kepastian hukum bagi masyarakat.


Dari Pasal 3 UU No 22 Tahun 2009 dapat dipahami bahwa tujuan diselenggarakannya Lalu Lintas dan Angkutan Jalan akan dapat terwujud apabila perilaku masyarakat terhadap hukum dalam berlalu lintas sudah mencerminkan kesadaran hukum yang terpuji.

Jadi, marilah kita tumbuhkan dan tingkatkan kesadaran hukum dalam berlalu lintas demi terciptanya lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, selamat, tertib, dan lancar.

***

Dikutip dari:
Laporan Akhir Tim Pengkajian Hukum Tentang “Perilaku Masyarakat Terhadap Hukum Dalam Berlalu Lintas” yang Diketuai oleh DR. Eko Soponyono, SH, MH dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional, Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan HAM RI, tahun 2013.



0 Response to "4 Faktor Utama yang Harus Diperhatikan Dalam Penyelenggaraan Berlalu Lintas"