Bagaimana Cara Cepat dan Ampuh Menyembuhkan Penyakit Diare?

iklan
Suatu kali adik saya terkena 'mencret' atau penyakit yang nama kerennya adalah Diare. Kasihan, wajahnya tampak pucat, lemas, disertai dengan demam.

Semalaman tampaknya Ia tidak tidur karena harus bolak-balik ke Toilet untuk buang air besar. Mencretnya itu tak kunjung reda padahal sudah diberi minum ‘obat warung’.

Bagaimana Cara Cepat dan Ampuh Menyembuhkan Penyakit Diare?
Esok paginya, langsung saya bawa dia ke Puskesmas terdekat, khawatir bila nanti kondisinya semakin buruk karena kekurangan cairan. Soalnya saya sering dengar kalau penyakit diare bisa berbahaya bila tidak cepat ditangani.

Dari kejadian tersebut, timbul pertanyaan di otak saya dan ingin segera saya cari tahu jawabannya. Bagaimana Cara Cepat dan Ampuh Menyembuhkan Penyakit Diare?

Definisi Penyakit Diare

Diare adalah salah satu penyakit saluran pencernaan yang umum ditemukan. Penyakit ini bisa disebabkan karena infeksi bakteri, parasit, ataupun virus.

Baca juga: Gejala dan Cara Pengobatan Penyakit Paru-paru Basah atau Pneumonia

Ada banyak sekali jenis organisme patogen yang berisiko dapat menginfeksi saluran pencernaan menyebabkan seseorang terkena diare.

Secara normal, orang dewasa akan melakukan buang air besar sebanyak satu atau dua kali sehari. Sedangkan diare akan membuat orang dewasa lebih sering buang air besar, yakni lebih dari tiga kali dalam satu hari.

Akan tetapi pada anak bayi berbeda dengan orang dewasa, frekuensi normal buang air besarnya lebih sering.

Frekuensi normal buang air besar pada bayi, antara lain:

  • Bayi usia 0 – 6 bulan yang diberi ASI: Sehari bisa sampai 1-7 kali atau bahkan hanya 1-2 hari sekali.
  • Bayi usia 0 – 6 bulan yang non-ASI: Sehari bisa sampai 3-4 kali atau hanya 1-2 hari sekali.
  • Bayi usia di atas 6 bulan: Umumnya 3-4 kali sehari atau 2 hari sekali.
  • Anak usia di atas 4 tahun biasanya memiliki frekuensi buang air besar yang sama seperti orang dewasa.


Bayi dengan frekuensi buang air besar seperti yang telah disebutkan di atas maka masih bisa dikatakan normal, dengan catatan tidak disertai gejalan lain atau adanya penurunan berat badan.

Dari deskripsi di atas, dapat kita simpulkan bahwa pengertian diare adalah buang air besar dengan frekuensi yang lebih sering (di atas normalnya) biasanya dengan kondisi tinja (feses) yang encer atau berair.

Dengan demikian orang yang mengalami kondisi diare akan lebih sering ke toilet untuk buang air besar dengan volume tinja yang lebih banyak dari biasanya.

Penyakit diare biasanya akan berlangsung selama beberapa hari dan sering pula dapat sembuh atau hilang tanpa dilakukan pengobatan.

Namun, penyakit diare juga dapat berlangsung selama berminggu-minggu atau lebih. Oleh sebab itu, penyakit diare dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu diare akut dan diare kronis.

Diare akut merupakan diare yang dapat berlangsung kurang dari dua minggu. Sedangkan, diare kronis adalah diare yang dapat berlangsung hingga lebih dari 2 minggu.

Gejala dan Penyebab Seseorang Terkena Diare

Beberapa gejala yang timbul dan menyertai penyakit diare antara lain:

  • Sering buang air besar dengan kondisi tinja yang encer.
  • Terjadi kram perut.
  • Perut terasa nyeri.
  • Terjadinya demam.
  • Adanya darah dalam tinja.
  • Perut terasa kembung.


Normalnya, usus besar akan menyerap cairan dari makanan yang kita makan, dan menyisakan kotoran (tinja) yang setengah padat untuk dikeluarkan.

Namun ketika seseorang terkena diare, makanan dan cairan berlalu terlalu cepat sehingga tidak dapat diserap oleh usus besar.

Penyebab umum penyakit diare berkaitan dengan infeksi virus atau bakteri. Kadang kala juga efek dari keracunan makanan.

Baca juga: Macam-macam Penyakit Ginjal dan Gejala Umum yang Perlu Diwaspadai

Beberapa penyebab seseorang terkena diare, antara lain:

1. Infeksi Virus: Diare pada anak (akut) paling sering disebabkan karena infeksi Rotavirus.

2. Infeksi Bakteri dan Parasit: Masuk lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri.

3. Intoleransi Makanan: Misalnya pada sebagian orang terjadi intoleransi laktosa (gula pada susu) yang menyebabkan diare setelah mengasup produk susu.

4. Alergi Makanan: Sebagian orang mengalami alergi pada jenis makanan atau minuman tertentu sehingga menyebabkan diare.

5. Reaksi Negatif Obat-obatan: Beberapa obat-obatan memang dapat menyebabkan diare, salah satunya dan yang paling sering adalah jenis obat antibiotic.

6. Penyakit Usus: Diare kronis biasanya ditimbulkan karena adanya penyakit pada usus. Penyebabnya dapat bermacam-macam, seperti penyakit Crohn, ulcerative colitis, penyakit celiac, colitis mikroskopik, dan sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome).

7. Gangguan Usus Fungsional: Diare juga bisa disebabkan karena seseorang mengalami stres.

8. Operasi Kandung Empedu atau Lambung: Operasi ini biasanya juga berisiko menyebabkan diare.

Jenis-jenis Bakteri Penyebab Diare

Ada empat jenis dari kelompok bakteri yang paling sering ditemui dalam kasus diare di seluruh dunia, antara lain campylobacter, salmonella, shigella, dan e. coli.

Campylobacter adalah salah satu bakteri penyebab diare yang dapat menginfeksi manusia, hewan, dan khususnya unggas.

Infeksi oleh campylobacter seringkali tidak terjadi secara langsung dari penderita ke orang lain, tapi melalui media perantara yang berupa makanan, seperti daging yang tidak dimasak secara benar, produk-produk susu dan keju yang dipasteurisasi, atau air minum yang terkontaminasi.

Namun, umumnya bakteri penyebab diare cenderung lemah di udara luar. Bakteri biasanya hanya dapat bertahan pada suhu tubuh, dan bakteri akan mati bila terpapar oksigen atau berada dalam lingkungan yang kering.

Salmonella juga merupakan bakteri yang sering menjadi penyebab diare. Bakteri ini kerap ditemukan pada daging mentah atau produk makanan/minuman berbahan dasar susu.

Salmonella kerap ditemukan pula pada hewan-hewan reptile. Salmonella dapat berkembang dengan cepat setelah menginfeksi tubuh manusia. Gejala dapat muncul dalam kurun waktu 12 jam sampai 3 hari, dan bisa bertahan sampai 1 minggu.

Salmonella sebenarnya bakteri yang cukup lemah. Ia tidak dapat bertahan pada suhu tinggi, untuk membunuhnya, cukup dengan memasak makanan yang akan disantap.

Sedangkan Shigella merupakan jenis bakteri yang seringkali menyebabkan diare disertai dengan darah pada tinja. Shigella dapat berpindah dari manusia ke manusia secara langsung.

Biasanya, kasus diare yang disebabkan oleh shigella terjadi di dalam suatu komunitas yang memiliki gaya hidup kurang higienis.

Shigella hidup di air dan dapat menempel pada makanan. Mencuci tangan dengan sabun adalah cara terbaik untuk menghindari infeksi bakteri shigella.

Jenis bakteri lainnya yang juga kerap ditemukan dalam kasus diare adalah bakteri E.Coli. Namun, bakteri ini sebenarnya tidak berbahaya dan seringkali ditemukan hidup dalam saluran pencernaan manusia.

Hanya saja, pada kasus tertentu bakteri jenis ini dapat mengeluarkan racun yang menyebabkan infeksi akut, dan menimbulkan diare.

Sebagian besar kasus infeksi bakteri yang menyebabkan diare terjadi karena kontaminasi pada makanan, kebiasaan yang kurang sehat, termasuk enggan mencuci tangan. Padahal, pertahanan utama dalam mencegah infeksi bakteri ialah dengan mencuci tangan menggunakan sabun.

Cuci tangan pakai sabun penting dilakukan saat sebelum sarapan, sebelum makan siang, sebelum makan malam, sehabis dari toilet, dan saat mandi.

Kebiasaan sehat yang sering kita lakukan akan meminimalisir risiko kita terinfeksi bakteri patogen yang berbahaya bagi tubuh.

Penanganan Terhadap Penyakit Diare

Bagi orang dewasa, penyakit diare harus segera ditangani oleh dokter apabila:


  • Diare sudah berlangsung lebih dari dua hari.
  • Mengalami dehidrasi yang ditandai dengan rasa haus berlebihan, mulut kering atau kulit kendur, frekuensi buang air kecil yang jarang (sedikit atau tidak sama sekali), tubuh terasa lemas, kepala pusing, dan urin berwarna gelap.
  • Diare disertai sakit perut atau sakit pada bagian dubur yang parah.
  • Diare dengan adanya darah pada tinja berwarna merah atau hitam.
  • Diare disertai demam dengan suhu tubuh di atas 39 derajat celcius (102 derajat Farenheit).


Diare akan dengan cepat menyebabkan dehidrasi pada anak-anak dan bayi dibandingkan orang dewasa. Lakukan penanganan secepatnya dengan pergi ke dokter atau Puskesmas apabila anak atau bayi kita mengalami diare yang tak kunjung reda dalam waktu 24 jam.

Penanganan juga harus dilakukan pada anak atau bayi apabila:

  • Bayi tidak buang air kecil dalam tiga jam atau lebih.
  • Diare disertai demam dengan suhu di atas 38 derajat celcius.
  • Diare mengeluarkan tinja berdarah warna merah atau hitam.
  • Mulutnya kering atau menangis tanpa mengeluarkan air mata.
  • Terlihat sering mengantuk, atau mudah rewel, atau tidak responsif.
  • Terlihat cekung pada bagian mata, atau pipi, atau perut.
  • Mengalami diare disertai turgor menurun, yaitu kulit tidak elastis (kembali semula) ketika dicubit.


Asupan Makanan yang Disarankan Untuk Penderita Diare

Ada beragam jenis makanan yang disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita diare. Makanan-makanan tersebut gampang dicerna dan bila dimakan tidak akan keluar kembali menjadi feses.

Berikut ini adalah jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi penderita diare:
- Kentang rebus
- Wortel rebus
- Bubur tanpa santan
- Roti panggang
- Pisang rebus
- Ayam giling.

Begitu pula sebaliknya, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita diare karena bila dikonsumsi akan mengakibatkan diare bertambah parah.

Berikut ini adalah daftar makanan yang pantang untuk dimakan oleh penderita diare:
- Berbagai produk olahan susu, terkecuali yogurt. Misalnya: susu murni, keju, ataupun kopi susu.
- Makanan berminyak, atau semua jenis makanan yang masaknya dengan cara digoreng.
- Makanan atau minuman yang mengandung kafein, seperti makanan atau minuman dari olahan cokelat dan kopi.
- Makanan atau minuman yang mengandung kadar gula tinggi, misalnya manisan, dan permen.
- Makanan-makanan yang rasanya asam dan pedas.

Cara Cepat dan Ampuh Menyembuhkan Diare

Sebaiknya kita segera melakukan penanganan yang tepat dan aman terhadap diare yang diderita saat masih dalam tahap ringan. Jangan tunggu sampai diare menjadi akut dan kronis.

Apabila diare sudah akut atau bahkan telah masuk pada diare persisten maka penderita harus mendapatkan perawatan secara intensif di rumah sakit.

Berikut ini beberapa cara efektif yang cepat menyembuhkan diare:

1. Minum Oralit

Oralit merupakan cairan khusus untuk penderita diare. Biasanya digunakan untuk meredakan atau mengurangi cairan yang keluar melalui feses penderita diare.

Cara membuatnya sangat mudah, antara lain sebagai berikut:
- Sediakan 1 liter air matang.
- Larutkan 1 sendok teh garam ke dalam air matang.
- Larutkan 8 sendok teh gula pasir.
- Aduk hingga semua bahan larut dalam air.
- Minum dengan teratur sebanyak 3 hingga 4 kali sehari.

2. Minum Air yang Mengandung Elektrolit

Elektrolit merupakan zat yang terdapat dalam air dengan manfaat untuk menghindarkan tubuh dari kondisi kekurangan cairan dan ion tubuh. Namun tidak semua air mengandung elektrolit.

Sekarang ini telah banyak air yang mengandung elektrolit dijual di pasaran, tentunya dengan harga yang lebih mahal ketimbang air mineral biasa.

Untuk membuat sendiri air elektrolit biasanya memerlukan alat khusus yaitu water energizer. Dengan minum air elektrolit, cairan dalam tubuh penderita diare akan tercukupi kembali.

3. Makan Sering Dengan Porsi Sedikit

Bagi penderita diare, disarankan untuk makan dengan porsi sedikit tapi sering, dan juga jangan makan terlalu cepat. Kunyah makanan hingga lembut sebelum ditelan. Makanan yang dimakan terlalu cepat akan memperparah kondisi diare.

4. Konsumsi Yogurt

Yogurt dapat berkhasiat untuk menyembuhkan diare. Yogurt dipercaya dapat membunuh bakteri jahat yang menyebabkan diare.

5. Istirahat yang Cukup

Biasanya, penderita diare akan sering ke toilet. Di malam hari, penderita diare akan sulit tidur karena sakit perut dan rasa ingin buang air besar yang tak kunjung surut. Dengan istirahat yang cukup, sel-sel tubuh akan memperbaiki dirinya sendiri sehingga mempercepat proses penyembuhan diare.

6. Kompres Perut Dengan Air Hangat

Umumnya, nyeri pada bagian perut merupakan gejala yang juga menyertai diare. Untuk meredakan sakit perut tersebut, penderita diare dapat mengkompres perut dengan air hangat.

7. Minum Kaldu yang Dicampur Garam

Kaldu yang dicampurkan dengan garam dapat digunakan untuk menyembuhkan diare. Caranya ialah dengan mencampur air kaldu dan garam, lalu aduk hingga rata. Hidup aroma kaldu dalam-dalam sebelum diminum!

8. Minum Obat Diare

Obat diare ringan banyak tersedia di apotek dan warung sekitar rumah. Pilihlah obat diare apa yang cocok untuk tubuh, dan baca aturan pakai serta efek samping yang ditimbulkan dengan teliti. Bila diare tak kunjung reda, segeralah untuk berobat ke dokter atau Rumah Sakit terdekat.

9. Minum Air Rebusan Daun Jambu

Di dalam daun jambu mengandung zat flavonoid yang dapat meredakan diare. Cara membuat ramuannya sebagai berikut:

- Sediakan 15 lembar daun jambu yang sudah dicuci bersih, setengah liter air bersih, dan satu sendok teh garam.

- Rebus daun jambu beserta air dan garam, kemudian sisakan setengahnya, dan air rebusannya bisa diminum tiga kali sehari hingga diare mereda.

10. Minum Teh Chamomile

Zat flavonoid juga terkandung dalam teh chamomile yang dapat bermanfaat untuk menyembuhkan diare.

11. Makan Sereal

Makanan sereal yang berbahan dasar tepung tapioka dapat bermanfaat dalam mengatasi diare. Tepung tapioka juga mudah diserap oleh tubuh daripada makanan yang lainnya. Makanan ini juga baik untuk diberikan pada anak yang menderita diare.

12. Konsumsi Buah Blueberry

Buah dan akar Blueberry yang kering dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan diare. Caranya ialah dengan meminum air rebusan akar blueberry kering yang dicampurkan dengan garam.

13. Makan Buah Salak

Biasanya, salak cukup manjur membuat orang sembelit (susah buang air besar). Salak memiliki kandungan serat yang rendah sehingga dapat mengeraskan feses yang cair.

Cobalah makan buah salak saat Kamu menderita diare. Salak dengan rasa yang sepat cocok untuk menyembuhkan diare.

14. Minum Air Rebusan Kulit Jeruk

Kulit jeruk organik yang bebas pestisida bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan diare. Caranya ialah dengan merebus kulit jeruk yang telah dibersihkan, lalu penderita meminum air rebusannya. Boleh juga ditambahkan dengan madu agar rasanya lebih nikmat.

15. Makan Buah Jambu Biji

Sama seperti daunnya, buah jambu biji juga dapat bermanfaat untuk menyembuhkan diare. Rasa sepat pada jambu dapat mengurangi volume cairan yang ikut keluar bersama feses pada penderita diare. Makanlah buah jambu biji setidaknya 3 kali dalam sehari ketika Anda menderita diare.

16. Minum Ramuan dari Buah Sawo Muda

Rasa sepat pada sawo muda sama halnya dengan rasa sepat pada jambu biji dan salak yang dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan diare.

Cara membuat ramuan sawo muda yang mujarab untuk mengobati diare adalah sebagai berikut:

- Siapkan satu buah sawo muda, satu sendok teh garam, dan air matang secukupnya.
- Haluskan buah sawo, kemudian campurkan dengan air matang dan garam.
- Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
- Minum air tersebut 3 kali sehari hingga diare reda.

17. Mengkonsumsi Makanan Rendah Serat

Mengkonsumsi makanan tinggi serat adalah salah satu pantangan bagi penderita diare. Pencernaan akan kesulitan dalam menyerap serat-serat pada makanan tersebut.

Makanan rendah serat tentu lebih baik untuk kamu yang sedang mengalami diare karena lebih mudah dicerna.

Makanan rendah serat akan membuat feses agak mengeras atau menormalkan kembali buang air besar bagi orang yang terkena diare.

Contoh makanan rendah serat di antaranya seperti telur dan ayam, jenis makanan ini dapat membantu dalam menyembuhkan diare.

18. Mengasup Makanan Probiotik

Makanan dengan kandungan probiotik sangat baik untuk dikonsumsi penderita diare. Bakteri sehat dalam makanan atau minuman probiotik dapat melawan bakteri jahat yang terdapat dalam tubuh penderita diare.

19. Ramuan Pereda Nyeri pada Perut

Kita bisa membuat sendiri ramuan untuk meredakan nyeri pada perut penderita diare. Caranya dengan menyiapkan bahan-bahan berupa satu sendok makan minyak kelapa, 6 butir lada, dan 6 lembar daun sirih.

Campur dan haluskan semua bahan-bahan tersebut, kemudian usapkan pada bagian perut. Dengan ramuan ini akan mengurangi rasa nyeri atau sakit di bagian perut dan meredakan diare secara berangsur-angsur.

20. Minum Ramuan dari Bahan Kulit Manggis

Ramuan tradisional berikutnya adalah menggunakan bahan-bahan dari kulit buah manggis. Caranya, ambil kulit dari dua buah manggis, sediakan air sebanyak 3 gelas dan juga madu.

Kulit manggis dicuci sampai bersih, dan rebus dengan 3 air bersih yang sudah disediakan. Tunggu hingga mendidih, dan sisakan airnya sampai tersisa setengahnya. Saring air rebusan, kemudian tambahkan dengan madu, aduk sampai rata.

meredakan nyeri pada perut penderita diare

Diare merupakan penyakit yang tak bisa dianggap remeh, karena bila telah akut, maka dapat mengakibatkan dehidrasi parah pada penderita. Gangguan kesehatan lainnya dapat terjadi apabila tubuh mengalami dehidrasi.

Diare juga dapat menyerang siapa saja dan kapan saja, tak mengenal usia dan waktu. Bahkan, banyak kasus diare yang mengakibatkan kematian pada balita karena terlambat untuk ditangani. Oleh karena itu, sebelum semuanya terlambat maka tangani diare dengan cepat dan tepat.

Sumber/gambar:
www.lifebuoy.co.id
halosehat.com
http://mediskus.com/penyakit/diare-penyebab-pengertian-gejala
penyakitdiare.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

0 Response to "Bagaimana Cara Cepat dan Ampuh Menyembuhkan Penyakit Diare?"