Begini Cara Mengetahui Engine Mounting yang Telah Rusak dan Harus Diganti

Engine Mounting adalah bagian kendaraan yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan mesin mobil. Atau dapat dikatakan, Engine Mounting merupakan pegangan mesin ke chasis mobil. | Cara ganti engine mounting

Saat berakselerasi ataupun deselarasi, mesin akan bergoyang. Namun bodi mobil seharusnya tetap senyap supaya kenyamanan bisa dirasakan oleh penumpang. | Bengkel engine mounting

Begini Cara Mengetahui Engine Mounting yang Telah Rusak dan Harus Diganti
sumber: www.samarins.com
Seiring berjalannya waktu, engine mounting yang berbahan dasar karet fleksibel tapi tetap kokoh ini pun akan mengalami gejala kerusakan yang dapat mengganggu kenyamanan berkendara.

Baca juga: Apa Fungsi Engine Mounting pada Mobil?

Rusaknya engine mounting tidak hanya dapat menyebabkan getaran mesin yang tidak karuan, tapi juga bisa merembet ke pipa knalpot yang tertindih dan dapat berakibat pada rusaknya as roda pada kendaraan.

Tanda-tanda Engine Mounting Telah Rusak dan Harus Diganti


Engine mounting termasuk kategori komponen slow moving, sehingga sangat jarang penggantian yang dilakukan pada pegangan mesin ke sasis tersebut.

Ketika akan dilakukan penggantian, tidak harus semuanya ditukar baru, namun kita dapat memperhatikan kapan giliran penggantian untuk salah satu engine mounting itu.

Berikut ini kami sampaikan ciri-ciri atau tanda apabila engine mounting telah rusak dan harus diganti:
  • Bila karet engine mounting rusak atau telah sobek, biasanya ketika mesin distarter akan terdengar bunyi ‘gludug-gludug’.
  • Ketika Anda melepas kopling setelah memasukkan gigi perneling, kemudian putaran mesin terhubung dengan beban, mesin akan mengayun dan terdengar bunyi khas ‘dug-dug’ yang terdengar cukup dalam.
  • Bunyi engine mounting yang rusak biasanya akan terdengar saat mobil jalan melewati jalanan yang kasar dan terjadi ayunan pada mesin.
  • Engine mounting dengan tingkat kerusakan yang parah biasanya akan menimbulkan suara ‘gludug’ dari ruang mesin ketika gas dilepaskan.
  • Pada mesin mobil Avanza, Xenia, atau Terios, apabila engine mounting mengalami kerusakan atau sobek biasanya ditandai dengan mesin yang bergetar sangat keras ketika dihidupkan.

Cara Mengganti Engine Mounting yang Telah Rusak


Engine mounting atau pegangan mesin memiliki tugas yang sangat penting, mulai dari penyangga dapur pacu, hingga menahan getaran yang timbul ketika mesin dinyalakan.

Terlebih lagi pada mobil dengan tarikan depan (front wheel drive), ada beban tambahan yang diterima engine mounting karena harus menahan dudukan mesin yang sama.

Pada mobil tarikan depan, biasanya menggunakan 4 buah engine mounting. Sedangkan mobil dengan tarikan belakang, biasanya hanya memiliki 2 buah saja engine mounting.

Engine mounting mana yang harus diganti terlebih dahulu dapat diketahui tergantung beban mana yang diterima.

Misalnya, pada mesin tarikan belakang dengan posisi mesin sejajar, beban mana yang lebih berat diterima dudukan mesin akan terlihat dengan jelas. Bisa diamati dari posisi intake, throttle body, hingga kompresor AC dan alternator.

Jadi, sebelum melakukan penggantian engine mounting mana yang rusak, bisa diamati dulu posisi sebelah mana yang banyak menerima beban.

Selain itu, perlu diingat pula bahwa engine mounting sebelah kiri biasanya akan lebih cepat minta diganti dibandingkan dengan yang sebelah kanan, contohnya bisa dilihat pada mobil Suzuki Katana. Penyebabnya, selain ada kompresor AC, di sebelah kiri juga terdapat pompa power steering.

Hal lainnya seperti panas dari pipa exhaust (knalpot) juga dapat membuat karet peredam engine mounting lebih dulu getas ketimbang engine mounting yang sebelah kanan karena relatif lebih dingin.

Sedangkan pada mobil dengan tarikan roda depan, umumnya memakai 4 buah engine mounting. Selain di sebelah kiri dan kanan yang terikat pada sasis, juga ada 2 lagi yang terpasang pada cross member di kolong ruang mesin.

Jangka Waktu Penggantian Engine Mounting


Umur ekonomis engine mounting biasanya didasarkan pada ukuran kilometer. Mayoritas engine mounting harus telah diganti setiap 50.000 sampai 60.000 kilometer.

Akan tetapi, ukuran kilometer sebagai jangka waktu penggantian engine mounting juga tidaklah selalu tepat, terutama pada kendaraan yang sering digunakan di kota-kota besar dengan kondisi yang macet, odometer sedikit tetapi mesin sudah memiliki jam terbang yang tinggi.

Jadi, engine mounting yang memegang bagian depan dan belakang, posisi engine mounting yang disebelah kiri dan kanan akan sering diganti duluan.

Baca juga: Cara Mengganti Engine Mounting atau Dudukan Mesin Mobil Timor Sendiri Tanpa Harus Ke Bengkel

Pasalnya, beban yang diterimanya lebih berat. Engine mounting tersebut tidak hanya menahan mesin dan girboks, tapi juga menahan pelintiran yang merupakan efek dari putaran roda saat mobil berakselerasi ataupun saat direm (deselerasi). Penggunaan engine brake tersebut juga memberi beban pada engine mounting kendaraan.

Sumber:
https://mivecblog.com/2013/12/06/tanda-tanda-engine-mounting-rusak-dan-bagaimana-menggantinya/

Begini Cara Mengetahui Engine Mounting yang Telah Rusak dan Harus Diganti