Indikasi Thiamphenicol, Antibiotik yang Biasa Digunakan untuk Menangani Penyakit Tipes

Beberapa waktu lalu Saya terserang penyakit tipes (tifus). Memang sih, bukan yang pertama kali. Tapi cukup menyita perhatian Saya karena efek yang ditimbulkan penyakit ini sangat luar biasa, rasa nyeri seperti menjalar di sekujur tubuh, mual, pusing, dan badan rasanya lemas sekali.

Langsung saja Saya berobat ke Puskesmas. Setelah diperiksa, dokter memberikan resep obat yang di dalamnya terdapat obat bernama Thiamphenicol.

Iseng saja sih, ingin tahu apa fungsi dari obat ini dan hendak Saya bagikan juga di blog pribadi. Cari-cari di Google, dan Saya pun mendapat penjelasan yang juga bisa Anda simak melalui uraian di bawah ini! (Sumber referensi bisa dilihat di akhir posting!)

Baca juga: Bagaimana Cara Cepat dan Ampuh Menyembuhkan Penyakit Diare?

Pengertian Thiamphenicol


Indikasi Thiamphenicol, Antibiotik yang Biasa Digunakan untuk Menangani Penyakit Tipes
Pengertian Thiamphenicol adalah antibiotik yang berfungsi untuk menangani infeksi akibat bakteri. Jenis-jenis infeksi bakteri yang dapat diatasi dengan obat ini di antaranya infeksi akibat bakteri Salmonella, seperti tifus (tipes), infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih, meningitis, dan gonore.

Antibiotik Thiamphenicol larut dalam lemak dan bekerja dengan membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Oleh sebab itu, jenis antibiotik yang satu ini tidak efektif bila digunakan untuk menangani infeksi yang diakibatkan oleh virus seperti flu ataupun pilek.

Komposisi, Indikasi, dan Dosis Penggunaan Thiamphenicol


Beberapa merek obat Thiamphenicol yang beredar di pasaran, antara lain Anicol, Biothicol, Lacophen, Cetathiacol, Conucol, Fosicol, Comthycol, Renamoca, Corsafen, Dexycol, Nikolam, Venakol, Promixin, Dionicol, Genicol, Kalticol, dan masih banyak lagi.

Kemasan dan Komposisi Thiamphenicol

  • Thiamphenicol Kapsul 250 mg : Tiap kapsul mengandung Tiamfenikol 250 mg.
  • Thiamphenicol Kapsul 500 mg : Tiap kapsul mengandung Tiamfenikol 500 mg.
  • Thiamphenicol Sirup 125 mg/5 ml : Tiap 5 ml (1 sendok takar) mengandung Tiamfenikol 125 mg.
  • Thiamphenicol Sirup Forte 250 mg/5 ml : Tiap 5 ml (1 sendok takar) mengandung Tiamfenikol 250 mg.

Farmakologi

  • Thiamphenicol merupakan antibiotik spektrum luas yang memiliki cara kerja seperti kloramfenikol.
  • Jika dibandingkan dengan kloramfenikol, Thiamphenicol kurang aktif namun sama efektifnya dan bakterisidnya lebih baik terhadap Haemophilus spp dan Neisseria spp.
  • Thiamphenicol bekerja melalui cara berikatan dengan ribosom bakteri secara reveresible sehingga dapat menghambat sintesis protein dari bakteri yang peka. Dengan demikian Thiamphenicol juga menghambat pertumbuhan bakteri tersebut.

Indikasi Thiamphenicol

  • Infeksi tifus dan paratifus.
  • Infeksi saluran pernafasan.
  • Infeksi saluran kemih dan kelamin.
  • Infeksi gonore (GO).
  • Infeksi saluran pencernaan.

Kontraindikasi Thiamphenicol

  • Penderita depresi sumsum tulang atau diskrasia darah.
  • Penderita yang hipersensitif/alergi terhadap tiamfenikol.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Dosis dan Aturan Pakai Thiamphenicol

  • Dewasa: 4 kali 250-500 mg sehari.
  • Anak-anak atau bayi usia lebih dari 2 minggu: 50 mg/kg berat badan, dibagi menjadi 3-4 kali pemberian dalam sehari.
  • Bayi usia kurang dari 2 minggu: 25 mg/kg berat badan, dibagi menjadi 4-6 kali pemberian dalam sehari.
  • Bayi prematur: 25 mg/kg berat badan, dibagi menjadi 2 kali pemberian dalam sehari.

Efek Samping Thiamphenicol

  • Reaksi hipersensitivitas/alergi.
  • Gangguan saluran pencernaan (mual, muntah, diare)
  • Sariawan
  • Glositis
  • Ensefalopati
  • Depresi mental
  • Sakit kepala
  • Ototoksisitas
  • Anemia hemolitik
  • Reaksi Jarish-herxheimer
  • Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan perdarahan, neuritis optik, dan perifer
  • Efek samping yang potensial fatal: anafilaktik, depresi sumsum tulang, dan grey baby syndrome

Peringatan dan Perhatian

  • Wanita hamil dan menyusui disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan Thiamphenicol.
  • Pemakaian Thiamphenicol untuk jangka panjang atau lebih dari 10 hari disarankan untuk menjalani tes darah secara berkala.
  • Hati-hati bagi penderita gangguan ginjal, gangguan hati, alergi terhadap obat-obatan terutama antibiotik yang sejenis, dan defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD).
  • Segera hubungi dokter apabila terjadi reaksi alergi atau overdosis.
  • Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal, dosis harus dikurangi guna pencegahan terjadinya akumulasi obat.
  • Selama pengobatan dianjurkan untuk banyak minum (minimal 1,5 liter sehari) sebagai pencegahan kristaluria.
  • Pada pemakaian jangka panjang sebaiknya dilakukan pemeriksaan darah secara berkala karena kemungkinan terjadi diskrasia darah.
  • Hentikan konsumsi Cotrimoxazole jika sejak awal penggunaan ditemukan ruam kulit atau tanda-tanda efek lain yang serius.

Interaksi Obat

  • Thiamphenicol bisa meningkatkan efek warfarin dan sulfonylurea.
  • Thiamphenicol dapat meningkatkan kadar fenitoin plasma.
  • Metabolisme Thiamphenicol meningkat oleh fenobarbital dan rifampisin.

Baca juga: Gejala dan Cara Pengobatan Penyakit Paru-paru Basah atau Pneumonia

Sumber:
https://www.alodokter.com/thiamphenicol

Indikasi Thiamphenicol, Antibiotik yang Biasa Digunakan untuk Menangani Penyakit Tipes