√ Benarkah 5 Negara Maju Ini Terancam Bangkrut karena Utang yang Menumpuk? - Yoadit.com

Benarkah 5 Negara Maju Ini Terancam Bangkrut karena Utang yang Menumpuk?

Yoadit.com - Status sebagai Negara Maju tidak menjamin bahwa negara tersebut bebas dari utang. Bahkan, negara maju sekalipun tetap membutuhkan pinjaman uang dari luar negeri maupun swasta guna membiayai pemerintahan di negara mereka.

Apa itu Negara Maju?


Negara maju adalah istilah khusus sebagai status suatu negara yang rakyatnya dapat menikmati standar hidup relatif tinggi, dan memiliki tingkat kesejahteraan yang merata.

Negara maju biasanya disematkan untuk negara-negara dengan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) perkapita yang tinggi, tingkat kesehatan dan harapan hidup tinggi, angka pertumbuhan penduduk relatif rendah, serta diimbangi dengan angka pengangguran yang rendah.

Baca juga: Pengertian dan Perbedaan Geopolitik dengan Geostrategi

Tingkat pendidikan di negara maju juga relatif tinggi, bebas buta huruf, dan sebagian besar penduduknya dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Sebagian besar PNB di negara maju digunakan untuk membiayai berbagai pelayanan sosial dan kesehatan.

Jika kenyataannya demikian, bagaimana negara maju bisa bangkrut?

Ketika negara maju mengalami bangkrut, maka hal ini menjadi pertanda bahwa krisis global sudah memasuki gelombang baru dan dalam fase yang berbahaya.

Makna bangkrut bagi sebuah negara adalah ketika tidak lagi sanggup membayar utang-utangnya atas barang yang dibeli melalui impor. Dengan kata lain, mata uang negara tersebut sudah tidak lagi bernilai di mata dunia.

Salah satu kasus negara bangkrut akibat krisis finansial global terjadi di Islandia (Iceland). Negara yang terkenal dengan sumber mata air panas, geyser, dan gunung api aktifnya ini telah merdeka dan membentuk negara republik sejak 1944.

Islandia mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup luar biasa, sampai pada akhir 2008 lalu, negara ini seketika jatuh miskin akibat serangan krisis finansial global.

Krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2008 membuat ekonomi Islandia mengalami ketergantungan pada sektor perbankan dan memasuki jurang keruntuhan.

Islandia menjadi negara pertama di Eropa sejak tahun 1976 yang meminta bantuan pinjaman kepada IMF (International Monetary Fund) untuk kondisi darurat finansial.

Akibatnya, bisnis di negara tersebut tidak berjalan mulus. Saham tidak dapat dijual untuk mendapatkan uang dari bank. Bahkan, Kaupting yang merupakan Bank terbesar di Islandia telah menutup bisnisnya.

Ada lagi Bank Landsbanki yang dinyatakan bangkrut, sehingga seluruh nasabah tidak dapat mengambil uang simpanannya.

Mata uang Krona akan menjadi sejarah, pemerintah Islandia tidak akan dapat membayar utang serta mengendalikan kondisi perekonomian negara, hingga akhirnya Islandia harus bergabung dengan Uni Eropa.

5 Negara Maju dengan Setumpuk Utang dan Terancam Bangkrut


Banyak negara di dunia yang memiliki utang luar negeri relatif lebih besar dari ekonomi negaranya. Amerika menjadi salah satu negara maju yang terkena dampak krisis finansial global dan menyisakan utang luar negeri yang setara dengan Gross Domestic Product (GDP) yang dimilikinya.

Begitu pula dengan Canada, Italia, China, dan Jepang yang utang luar negerinya mencapai 40-50% dari GDP. Diikuti oleh Jerman dan Perancis yang memiliki utang luar negeri mencapai 140-150 persen dari GDP-nya.

Itulah mengapa dikatakan tidak ada jaminan bahwa status negara maju berarti bebas dari utang. Justru sebagian besar negara maju memiliki setumpuk utang karena masih membutuhkan dana untuk membiayai negara mereka.

Tidak hanya Amerika dan China, banyak negara maju lainnya yang terlilit utang dan butuh waktu lama untuk dapat melunasinya.

Belum lagi krisis ekonomi yang terjadi menambah buruk kondisi finansial suatu negara, bukan hal yang mustahil kalau negara maju dapat berubah statusnya menjadi ‘negara bangkrut’.

Berikut ini kami berikan informasi mengenai 5 negara maju di dunia yang memiliki utang setumpuk dan terancam bangkrut:

1. Amerika Serikat (USA)


Benarkah 5 Negara Maju Ini Terancam Bangkrut karena Utang yang Menumpuk?
sumber: edupaint.com
Mungkin tidak banyak orang yang tahu kalau negara yang memiliki sistem pertahanan nomor satu di dunia ini ternyata menanggung utang terbanyak di dunia.

Jumlah utang negara ini mencapai USD 19.974 miliar atau setara dengan Rp 274 ribu triliun dengan persentase 31,8% dari utang seluruh negara di dunia.

Bahkan, Amerika Serikat juga sempat berutang pada Arab Saudi sebesar USD 4 miliar atau sekitar Rp 55 triliun guna mempercepat keberangkatan pasukannya ke Suriah.

2. China (Tiongkok)


Benarkah 5 Negara Maju Ini Terancam Bangkrut karena Utang yang Menumpuk?
sumber: multimedia-e.blogspot.com
China menjadi negara dengan utang terbesar ke-3 di dunia. Jumlah utang negara ini mencapai USD 4.976 miliar atau sekitar Rp 68 ribu triliun. Persentasenya mencapai 7,9% dari seluruh utang negara di dunia.

Para pengusaha China juga terpaksa menjual sebagian asetnya untuk mengurangi jumlah utang negaranya itu. Seperti pengusaha terkaya di China pada tahun 2015, bernama Wang Jialin, beberapa bisnis propertinya yang ada di seluruh dunia siap Ia lepaskan guna membantu pemerintah mengurangi utang negaranya.

Pemerintah setempat juga membatasi para pengusaha di negaranya untuk melakukan investasi luar negeri, khususnya di bidang perhotelan, real estate, hiburan, maupun olahraga.

3. Yunani (Greece)


Benarkah 5 Negara Maju Ini Terancam Bangkrut karena Utang yang Menumpuk?
sumber: archiattess.wordpress.com
Akibat utang yang menggunung, negara Yunani terancam bangkrut. Nilai utangnya lebih dari 175% Produk Domestik Bruto (PDB/GDP) dengan jumlah mencapai USD 323 miliar.

Sekitar 66% utang yang dimiliki Yunani atau sebesar USD 214 miliar dipinjamkan secara patungan oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan negara-negara Uni Eropa lainnya dalam bentuk dana talangan (bailout).

Kegagalan membayar utang sekitar Rp 22 Triliun ke IMF membuat Yunani terancam bangkrut. Kondisi ekonomi ‘negara para dewa’ itu hingga saat ini masih tertatih untuk menyelesaikan krisis ekonomi yang membelit negaranya.

4. Spanyol (Spain)


Krisis ekonomi yang menimpa negara Spanyol membuat negeri matador ini sempat bangkrut. IMF menyatakan Spanyol telah bangkrut pada tahun 2012, dan membantu negara ini dengan meminjamkan USD 125 miliar pada sektor perbankan di Spanyol.

Bahkan, Spanyol sempat meminta dana bantuan kepada Portugal dan Irlandia guna menyelamatkan kondisi finansial di negara mereka. Untuk mendorong dan menghidupkan kembali sejumlah bank di negaranya, Spanyol membutuhkan dana sebanyak 100 juta Euro.

Namun demikian, menurut miliarder terkaya di dunia, Jim Rogers, pinjaman dari IMF ini justru akan menambah utang Spanyol. Negara ini sudah menanggung terlalu banyak utang, menambah utangnya lagi pada IMF hanya akan mempercepat bangkrutnya negara Spanyol.

5. Jepang (Japan)


Negeri Samurai ini ternyata memiliki utang sebesar USD 11.813 miliar atau sekitar Rp 162 ribu triliun. Persentasenya mencapai 18,8% dari seluruh utang negara di dunia.

Meski demikian, Jepang termasuk baik hati pada Indonesia karena menjadi negara yang sering meminjamkan dana ke Indonesia. Bank Indonesia mencatat, setidaknya ada sekitar USD 13,9 miliar atau setara Rp 187 triliun dana yang diutangkan oleh Jepang kepada Indonesia.

***

Baca juga: Ini Dia Daftar 10 Sepeda Motor Buatan Indonesia Terlaris di Mancanegara

Mungkin banyak dari Anda yang terkejut dengan fakta di atas. Di zaman globalisasi ini, utang luar negeri nampaknya sudah menjadi hal yang lumrah dimiliki oleh suatu negara.

Bagaimana dengan Indonesia, kira-kira berapa ya total utang yang dimiliki negara kita tercinta ini? Apakah ada kemungkinan Indonesia juga akan bangkrut karena utang yang menumpuk?

Sumber: www.merdeka.com

0 Comments:


Top