Sabtu, 27 Oktober 2018

Cara Memelihara Anak Kucing Persia Medium yang Benar

Yoadit.com - Cara memelihara anak kucing persia medium yang baru lahir tidaklah boleh sembarangan. Beberapa kendala akan Anda hadapi karena merawat anak kucing memerlukan perhatian khusus. Apalagi bila Anda merawat anak kucing persia tersebut tanpa bersama induknya.

Anda memerlukan cara-cara khusus dalam merawat anak kucing persia apabila ingin perkembangannya berjalan dengan baik dan sehat. Terutama anak kucing persia yang masih berumur 1-3 bulan. Biasanya ada kendala tersendiri di dalam perawatannya.

Tips Merawat Anak Kucing Persia Medium (Kitten) yang Tepat


Cara Memelihara Anak Kucing Persia Medium yang Benar
sumber: blograhman.com
Sebenarnya, Anda tidak perlu bingung dalam hal perawatan anak kucing persia. Bahkan jika Anda adalah pemula (awam) dalam memelihara kucing sekalipun. Karena berikut ini kami akan bagikan tips-tips perawatannya kepada Anda.

Baca juga:
Ciri-ciri Kucing Sakit dan Cara Menyembuhkan Kucing Sakit Tanpa Harus Pergi Ke Dokter

1. Pentingnya Menjaga Kesehatan Induk Kucing


Jika anak kucing persia medium masih memiliki indukan, maka kesehatan induk kucing menjadi hal penting yang perlu Anda jaga terlebih dahulu.

Pasalnya, anak kucing persia berumur 0-3 bulan masih menyusu pada induknya sehingga bila si induk kucing terkena penyakit, maka anaknya pun kemungkinan besar akan terkena penyakit pula.

Asupan makanan yang bergizi perlu Anda berikan kepada induk kucing. Begitu juga pemberian vitamin serta kualitas lingkungan tempat tinggal si kucing, harus tetap terjaga kebersihannya.

2. Berikan Asupan Sehat untuk Anak Kucing


Tips berikutnya, ialah memberikan asupan sehat kepada anak kucing persia medium yang Anda miliki. Beberapa asupan penting yang perlu diberikan kepada anak kucing di antaranya susu, air mineral dan makanan khusus untuk kitten.

Untuk anak kucing persia umur 0-3 bulan yang masih menyusu pada induknya, pemberian susu sebenarnya tidak perlu dilakukan karena anak kucing sudah mendapatkan asupan susu dari sang induk. Selain itu, pemberian susu yang tidak tepat juga dapat mengakibatkan ‘mencret’ pada si anak kucing.

Bila Anda ingin memberikan susu kepada anak kucing juga tidak masalah, namun pastikan susu yang diberikan adalah susu formula khusus untuk anak kucing sehingga anak kucing terhindar dari hal-hal yang tidak dinginkan.

Kualitas air minum untuk anak kucing juga perlu diperhatikan. Pastikan Anda memberikan air yang bersih dan steril sehingga anak kucing dapat dengan mudah meminumnya dan tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi si anak kucing persia.

Gunakanlah wadah atau tempat minum yang tidak terlalu tinggi agar mudah dijangkau si anak kucing. Tetapi terkadang ada juga nih anak kucing yang bandel, suka bermain air, dan menarik-narik tempat air minum.

Kalau untuk anak kucing yang rewel semacam ini, sebaiknya berikan tempat air minum yang agak berat, sehingga tidak mudah tumpah saat si anak kucing bermain-main dengan airnya.

Selanjutnya untuk makanan si anak kucing, Anda harus memberikan makanan yang khusus untuk kitten. Baiknya, hindari memberi anak kucing dengan kategori makanan kucing untuk dewasa (adult).

3. Sediakan Tempat Tinggal yang Tepat


Tempat tinggal anak kucing persia juga penting untuk diperhatikan. Pastikan tempat tinggal anak kucing kondisinya bersih dan nyaman. Kebersihan dan kenyamanan tempat tinggal anak kucing jangan dianggap sepele.

Sebab, bila tidak diperhatikan dengan baik dapat mengakibatkan anak kucing persia medium, flatnose, maupun peaknose mudah terkena penyakit.

Tempat tinggal untuk anak kucing haruslah dalam kondisi yang hangat karena tubuh kitten masih kecil, bulunya belum begitu lebat, dan daya tahan tubuhnya masih cukup rentan.

Disarankan pula untuk memberikan tempat tinggak dengan ukuran yang cukup luas dan tidak terlalu lembab karena dapat menyebabkan anak kucing mudah terkena kutu dan jamur.

4. Beri Vaksin ke Dokter Hewan


Pemberian vaksin merupakan upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh si anak kucing sehingga tidak mudah terserang virus atau penyakit.

Selain vaksin, pemberian obat cacing juga penting untuk dilakukan. Tetapi, bila Anda ingin memberikan vaksi atau obat-obatan sebaiknya datangi dokter hewan terdekat di sekitar tempat tinggal. Jangan memberikannya vaksin sendiri karena belum tentu dosis dan cara pemberian yang Anda lakukan sudah tepat.

5. Sediakan Fasilitas Tambahan


Anak kucing persia medium Anda yang mungil akan semakin nyaman dengan tersedianya beberapa fasilitas tambahan seperti litter Tray/Box, mainan kucing, alas kain yang lembut, dan sebagainya.

Oiya, sebagai tambahan sebaiknya gunakan pasir khusus untuk ditempatkan pada litter Tray Box. Jangan gunakan sembarang pasir dari kebun.

6. Berikan Kasih Sayang dan Sentuhan Lembut


Kasih sayang menjadi hal penting yang harus Anda berikan kepada hewan peliharaan. Bagaimanapun, hewan peliharaan di rumah Anda sudah menjadi bagian dari keluarga.

Terutama pada anak kucing persia medium. Berikan sentuhan lembut kepadanya agar anak kucing merasa nyaman dan mudah mengenali Anda.

Pemberian mainan juga sangat berguna untuk membuat anak kucing tetap aktif dan bahagia. Kalau Anda sudah memutuskan untuk mengadopsi anak kucing, berikan kasih sayang dan sentuhan lembut kepadanya. Ingat, jangan sampai ditelantarkan yah!

Tips Merawat Anak Kucing Persia Berdasarkan Umurnya


Tips Merawat Anak Kucing Persia Berdasarkan Umurnya
sumber: www.hobinatang.com
Bagi Anda adopter pemula, penting untuk memberikan perawatan dan perhatian pada anak kucing yang Anda adopsi. Sebagai pemilik, Anda harus menjaga kesehatan dan kenyamanan hewan peliharaan.

Terutama jika Anda mengadopsi anak kucing yang terpisah dari induknya. Ada beberapa tips khusus yang perlu diperhatikan dalam merawat anak kucing persia medium umur 1-5 bulan. Apa saja tipsnya? Simak ulasannya di bawah ini!

Anak Kucing Persia Umur 0-2 Bulan


Biasanya, anak kucing akan dirawat oleh induknya begitu ia lahir hingga berumur sekitar 2 bulan. Hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini oleh pemilik anak kucing ialah asupan makan indukan serta kondisi lingkungan tempat tinggal induk kucing persia.
Indukan kucing harus tetap terjaga kesehatannya supaya anak kucing persia medium bisa mendapatkan asupan ASI dengan baik dari sang induk.

Lingkungan kandang atau tempat tinggal kucing indukan juga perlu diperhatikan kondisinya. Kandang yang digunakan harus agak luas dan hangat, serta terjaga kebersihannya sehingga tidak terkontaminasi oleh virus maupun bakteri dari kucing liar.

Biasakan pula pemilik kucing mengecek posisi indukan saat menyusui agar anakan kucing persia dapat menerima asupan ASI dari sang induk dengan baik. Jangan sampai ada salah satu anak kucing yang tertindih oleh indukan atau anakan kucing persia lainnya.

Saat baru lahir, mata anak kucing persia medium akan tertutup. Baru sekitar 2-3 minggu mata mulai membuka, namun ia belum dapat melihat kondisi lingkungan sekitar secara jelas.

Ketika anak kucing persia medium berusia 1 bulan lebih, barulah sudah bisa diberi asupan makanan kucing untuk kategori kitten. Namun, anak kucing masih tetap bergantung pada asupan ASI dari sang induk.

Pada usia ini, tidak dianjurkan untuk memberikan makanan kucing dewasa (adult). Makanan kucing yang boleh diberikan hanya yang bertekstur lembut atau khusus untuk kitten.

Hal ini karena makanan kucing dewasa yang diberikan pada anak kucing dapat merusak pertumbuhan rahang, anak kucing jadi tidak mau makan sehingga ia akan kekurangan asupan gizi.

Anak kucing persia yang masih berusia 0-2 bulan belum dapat buang air besar dan kecil secara otomatis. Biasanya, indukan akan membantu membersihkan anak kucing setelah pup atau kencing.
Anda juga perlu memperhatikan pola buang air pada anakan kucing persia. Jika indukan tampak kurang telaten dalam membersihkan, Anda dapat membantu mengelap anak kucing supaya kotoran dan kecing dapat keluar dengan lancar.

Anak kucing usia 1 bulan lebih akan secara aktif mencontoh berbagai perilaku sang induk, mulai dari makan, minum, hingga buang air.

Anak Kucing Persia Umur 2-5 Bulan


Setelah anak kucing berusia lebih dari 2 bulan, biasanya persediaan ASI dari indukan akan mulai berkurang. Anda perlu untuk memberi asupan susu kucing kemasan yang cocok untuk anak kucing.

Jangan berikan kucing susu sapi yang biasa diminum manusia. Susu yang mengandung laktosa tidak tidak dapat dicerna dengan baik oleh anak kucing.

Ketika sudah mulai disapih, bawalah anak kucing persia ke dokter hewan terdekat untuk divaksinasi. Vaksinasi ini bertujuan untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak rentan terkena penyakit sesudah tidak lagi mendapat ASI dari indukan.

Pada usia ini, anak kucing sudah boleh diberi asupan makanan berbentuk butiran yang agak keras sesuai dengan umurnya.

Anak kucing pada usia 3 bulan sudah bisa dipisah dari induknya. Dengan kata lain, Anda sudah boleh melepas adopsi anak kucing saat usia 2-3 bulan kepada pemilik baru.

Anak kucing persia usia 3 bulan ke atas biasanya sudah bisa makan dan buang air sendiri tanpa perlu lagi mencontoh atau dibantu oleh induknya.

Ketika Anda memisahkan anak kucing dengan indukan, pastikan kandang anak kucing memiliki kondisi yang hangat dan tidak terlalu terbuka. Anda bisa menyediakan bohlam instan pada atap kandang kucing untuk membuatnya tetap hangat saat malam hari.

Anak kucing persia yang sudah lepas dari induknya akan mulai aktif bermain. Jangan biarkan anak kucing berkeliaran terlalu jauh, apalagi sampai bertemu dengan kucing liar.

Pemilik juga perlu memperhatikan asupan makan dan kondisi kotoran anak kucing. Bila bentuk kotoran terlalu encer, artinya anak kucing kedinginan atau terjadi masalah pada asupan makanan dan ataupun susu sehingga mengganggu sistem pencernaannya.

Bila anak kucing mengalami kondisi demikian, sebaiknya ganti makanan kucing atau produk susu dengan produk lain.

Lewat usia 3 bulan, pemilik sudah dapat memandikan anak kucing sesuai jadwal yang teratur. Disarankan untuk memandikan anak kucing setiap 2-3 minggu sekali. Gunakan air hangat dan shampo khusus untuk kitten saat memandikannya.

Biasakan untuk memandikan anak kucing pada rentang waktu jam 9 atau 10 pagi. Setelah selesai mandi, keringkan dengan hair dryer sambil menyisir bulunya agar cepat kering. Bulu kucing harus benar-benar kering agar anak kucing tidak mudah terkena bakter dan jamur.

Anak Kucing Persia Umur 5 Bulan ke Atas


Setelah melewati usia 5 bulan, anak kucing sudah dapat dikatakan dewasa. Anda tetap harus telaten dalam merawat anak kucing persia. Berikan perhatian dan perawatan yang teratur agar anak kucing persia Anda tumbuh menjadi kucing dewasa yang cantik dan sehat.

Jangan lewatkan:
Ini Dia Tanda- tanda Kucing Peliharaan Anda akan Mati


EmoticonEmoticon