√ Pengertian Introvert, Beserta Ciri-ciri dan Profesi yang Cocok untuk Introvert - Yoadit.com

Pengertian Introvert, Beserta Ciri-ciri dan Profesi yang Cocok untuk Introvert

Yoadit.com - Informasi berikut ini akan mengulas tentang apa itu introvert, serta bagaimana ciri-ciri dan tingkah laku orang introvert.

Selain itu, di akhir artikel juga akan dibahas mengenai profesi apa yang cocok untuk orang dengan kepribadian introvert.

Istilah introvert dan ekstrovert sendiri pertama kali dipopulerkan oleh Carl Jung. Introvert ataupun ekstrovert juga merupakan satu dari empat area utama yang diidentifikasi oleh tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator.

Baca juga:
3 Jenis Kepribadian Manusia Beserta Ciri-cirinya: Introvert, Extrovert, dan Ambievert

Apa itu Introvert?


Pengertian Introvert, Beserta Ciri-ciri dan Profesi yang Cocok untuk Introvert
sumber: www.lauraradniecki.com

Pengertian introvert adalah ciri kepribadian seseorang yang ditandai dengan kecenderungan untuk lebih melihat ke dalam dirinya sendiri. Kebalikan dari introvert adalah ekstrovert.

Orang-orang introvert lebih fokus terhadap apa yang ada di dalam pikiran, perasaan, dan suasana hatinya dibandingkan terhadap hal lain di luar dirinya. Orang dengan kepribadian introvert umumnya memiliki sifat yang tenang, pendiam, dan mawas diri.

Introvert bukanlah orang yang tidak ingin bersosialisasi dengan orang lain. Dia hanya lebih nyaman bersosialisasi dengan lingkungan yang cukup dikenalnya.

Kadang kala introvert juga menikmati waktu bersosialisasi dengan orang lain selama Ia merasa nyaman dengan orang-orang di lingkungan tersebut.

Introvert merasa kalau bersosialisasi dengan banyak orang akan melepaskan banyak energi. Berbeda dengan ekstrovert, ketika mereka bersosialisasi dengan banyak orang justru mendapatkan semakin banyak energi.

Sesekali, orang introvert akan bersosialisasi dalam lingkungan yang ramai (banyak orang) dan menghabiskan banyak energi di lingkungan tersebut. Namun, kemudian mereka akan membutuhkan banyak waktu sendiri untuk memulihkan kembali energinya itu.

Misalnya saja setelah menghadiri suatu acara pesta atau berada dalam lingkungan orang yang ramai, biasanya introvert merasa perlu untuk “mengisi ulang” lagi energinya dengan menghabiskan banyak waktu sendiri.

Menurut banyak teori kepribadian, seseorang tidak sepenuhnya menjadi introvert ataupun ekstrovert.

Dalam persentase tertentu, sebagian dari diri mereka bersifat introvert,dan sebagian lagi menunjukkan kecenderungan ekstrovert dengan persentase tertentu pula. Namun, setiap orang memang memiliki sisi introvert atau ekstrovert yang dominan.

Ciri-ciri Introvert


Adapun ciri-ciri umum yang dimiliki oleh orang introvert antara lain:

  • Sangat mengenal dan sadar dengan dirinya sendiri.
  • Penuh dengan pemikiran-pemikiran.
  • Menikmati dalam proses dan memahami detail dengan baik.
  • Selalu tertarik untuk mengetahui dan memahami dirinya lebih dalam.
  • Lebih suka belajar dengan cara mengamati.
  • Cenderung menyimpan emosinya sendiri, tidak suka berbagi akan apa yang dirasakannya.
  • Ketika tidak familiar dalam sebuah kelompok, ia cenderung tenang dan diam.
  • Tetapi ketika berkumpul dengan kelompok yang familiar dan sangat dikenalnya, introvert akan menunjukkan sisi sosialnya. Ia akan cukup antusias berkumpul dan bergaul di tengah kelompok tersebut.
  • Lebih nyaman untuk berkumpul bersama teman atau orang yang cukup dekat dengannya agar dapat mempererat hubungan dengan orang-orang dekatnya tersebut.


Dari ciri-ciri di atas, tentu berkebalikan dengan orang ekstrovert yang senang berada di tengah-tengah acara yang ramai. Ekstrovert suka menghadiri pesta, atau bertemu dengan orang-orang baru yang bahkan belum dikenalnya.

Tingkah Laku Introvert


Disebutkan oleh para ilmuwan, bahwa seseorang dengan ciri kepribadian introvert cenderung memiliki kelompok kecil dalam pertemanan. Sedangkan kebalikannya pada orang dengan ciri ekstrovert, umumnya mereka mempunyai jaringan pertemanan yang luas.

Dalam memilih teman, orang introvert lebih berhati-hati. Bukan karena mereka memilih-milih teman, tapi mereka berteman bukan untuk sekadarnya saja. Lebih dari itu, bagi orang introvert, berteman adalah membangun relasi atau hubungan yang lebih bermakna dengan orang lain.

Oleh sebab itu, hubungan pertemanan yang terjalin biasanya mengarah pada hubungan yang lebih mendalam.

Orang introvert lebih suka berbincang dengan sedikit orang, tetapi dengan bahasan yang mendalam. Mereka tidak suka basa-basi, dan lebih menyukai perbincangan yang penuh makna.

Hal ini bukan berarti introvert hanya cocok berteman dengan introvert saja. Tetapi mereka juga mau kok berteman dengan ekstrovert. Justru sebaliknya, ekstrovert cenderung memilih pertemanan dengan mereka kalangan ekstrovert juga.

Introvert akan lebih banyak menghabiskan waktunya sendirian di rumah dengan membaca buku, mendengarkan musik, atau melakukan hobi lainnya di rumah.

Introvert tidak mudah merasa bosan dengan hal-hal tersebut. Introvert justru lebih bersemangat dan dapat lebih fokus setelah menghabiskan banyak waktunya sendiri.

Hal ini sangat berbeda dengan tingkah laku ekstrovert yang cenderung suka menghabiskan waktunya dengan banyak orang. Saat sendiri, mereka jadi sangat jenuh dan tidak bersemangat.

Introvert cenderung berpikir dahulu sebelum bicara, sementara ekstrovert sebaliknya. Itulah mengapa sebelum mengutarakan pendapatnya, seorang introvert akan coba memahami sepenuhnya topik pembicaraan terlebih dahulu.

Apakah Introvert Sama Dengan Pemalu?


Seringkali orang introvert dianggap sebagai orang pemalu. Padahal tidaklah demikian. Introvert tidaklah sama dengan pemalu. Seorang pemalu cenderung memiliki ketakutan akan penilaian negatif mengenai dirinya.

Sementara orang introvert memiliki kecenderungan untuk lebih tenang dan pendiam, bukan karena malu atau takut tapi karena mereka lebih suka mengamati dari mengemukakan pendapat yang belum diketahui secara pasti kejelasannya.

Orang introvert lebih banyak diam dalam suatu kelompok juga karena dia hanya akan bicara ketika merasa nyaman dan mengenal dengan baik kelompok tersebut.

Meski demikian, memang wajar bila introvert sering dihubungkan dengan sifat pemalu karena kecenderungannya tersebut.

Bedanya pemalu dengan introvert ialah orang pemalu kerap merasa tidak nyaman saat dirinya berada di lingkungan sosial, ia selalu merasa khawatir dengan penilaian orang-orang terhadap dirinya.

Itulah mengapa ia kerap menarik diri dari lingkungan sosial dan menemukan kenyamanan saat sendiri.

Orang pemalu yang ekstrovert dapat berubah menjadi seorang yang introvert, dan orang introvert yang bukan pemalu dapat berubah menjadi pemalu bila sering menerima kesan dari orang lain bahwa ada yang salah pada dirinya.

Mana yang Lebih Baik, Introvert atau Ekstrovert?


Apakah kepribadian introvert itu tidak baik?

Memang banyak orang beranggapan bahwa sifat-sifat dari kepribadian introvert bukan sesuatu yang baik.

Banyak pula yang berpendapat kalau ekstrovert adalah tipe karakter orang yang lebih baik ketimbang introvert karena senang bersosial, bertemu orang-orang baru, memiliki pergaulan luas dan terbuka dengan perasaannya.

Namun, sebenarnya tidaklah seperti itu. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk di antara introvert atau ekstrovert.

Keduanya bukan soal perkara baik atau buruk. Tapi lebih kepada bentuk atau tipe kepribadian seseorang. Anggapan kepribadian ekstrovert lebih baik ketimbang introvert mungkin saja muncul karena orang ekstrovert populasi atau jumlahnya memang lebih banyak dibandingkan introvert.

Orang ekstrovert diperkirakan jumlahnya lebih banyak 3:1 dibandingkan introvert. Karena jumlahnya yang lebih banyak, maka mereka memang lebih dominan dalam interaksi di masyarakat.

Anggapan baik-buruk introvert dengan ekstrovert kadang kala membuat orang introvert merasa dirinya kurang mendapat apresiasi dalam pergaulan. Hal ini pula yang membuat karakter introvert yang tadinya bukan pemalu, menjadi pemalu.

Terkadang orang introvert merasa seperti ada paksaan untuk berubah oleh orang lain. Paksaan berubah untuk menjadi karakter lain yang bukan dirinya.

Orang introvert seperti dituntut untuk berubah menjadi karakter yang dianggap lebih benar, karena anggapan orang bahwa karakter introvert tidaklah umum, cenderung aneh, dan seperti ada sesuatu yang salah dalam dirinya.

Hal ini bukanlah tindakan yang tepat karena setiap individu memiliki tipe kepribadian dan karakternya masing-masing. Seseorang membutuhkan kondisi atau situasi tertentu sesuai karakternya tersebut untuk dapat lebih semangat dan positif dalam hidup.

Oleh karena itu, janganlah kita memberi label baik-buruk terhadap introvert maupun ekstrovert. Keduanya seharusnya dapat saling memahami dan menghargai karakter masing-masing.

Jenis Profesi yang Cocok untuk Orang Introvert


Pengertian Introvert, Beserta Ciri-ciri dan Profesi yang Cocok untuk Introvert
sumber: Trivia.id
Ada banyak jenis pekerjaan atau profesi yang cocok bagi orang introvert. Jenis pekerjaan tersebut biasanya tidak menghendaki interaksi sosial yang tinggi, tetapi pekerjaan yang bergerak secara independen.

Profesi yang independen adalah pilihan yang cocok bagi mereka dengan kepribadian introvert. Beberapa contoh profesi yang cocok untuk introvert, di antaranya penulis, programmer komputer, desainer grafis, peneliti, akuntan, ataupun apoteker.

Baca juga:
Ini Dia 7 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Wanita Introvert

Nah, bagaimana dengan penjelasan di atas? Kalau anda termasuk kepribadian yang mana nih? Semoga informasi tersebut dapat membantu mengenali karakter dan kepribadian Anda maupun orang-orang terdekat di sekitar lingkungan kita.

Sumber: informasitips.com

0 Comments:


Top