√ Apakah Seorang Pemimpin Harus Selalu Pintar? - Yoadit.com

Apakah Seorang Pemimpin Harus Selalu Pintar?

Yoadit.com - Apakah seorang pemimpin harus selalu pintar? Mungkin Anda yang sudah bekerja pernah merasa kalau bos Anda sering tidak dapat mengerti pemahaman dasar pekerjaan, atau ketika diajak bicara tentang pekerjaan seperti ‘nggak nyambung’ gitu.

Apakah Seorang Pemimpin Harus Selalu Pintar?
Suatu waktu pernah juga ketika Anda menyarankan suatu ide tapi bosmu malah menolak dengan alasan yang tidak masuk akal. Di sinilah kemudian Anda berharap seandainya bos bisa sedikit lebih pintar.

Baca juga:
13 Kelebihan Introvert yang Patut untuk Dibanggakan

Namun, apakah seorang pemimpin harus selalu pintar? Pemimpin yang terlalu pintar juga dianggap kurang efektif lho! Berikut ini kami bagikan fakta-fakta menarik tentang kepintaran seorang pemimpin yang dilansir dari halaman idntimes.com.

1. Pemimpin Pintar Harus Sesuai dengan Bidangnya


Secara logika, pemimpin yang lebih pintar dibandingkan bawahan memang terdengar efektif. Namun, dalam bidang apa dulu kepintarannya tersebut.

Selain itu, beberapa penelitian terbaru juga menyebutkan bahwa pemimpin tidak perlu terlalu pintar, karena banyak orang yang pintar tapi tidak memiliki visi yang jelas sesuai bidangnya sehingga tidak cocok untuk menjadi seorang pemimpin.

2. Parameter Pemimpin Tidak Hanya Dilihat dari Hasil Tes IQ


Observasi yang dilakukan oleh Simonton di tahun 2017 pada 379 orang pemimpin dari 30 negara berbeda menemukan fakta mengejutkan bahwa hasil tes IQ tidak dapat menjadi parameter cocok atau tidaknya seseorang untuk menjadi pemimpin.

Tes IQ tidak dapat dijadikan patokan utama dalam kehidupan bermasyarakat. Rating kehidupan bermasyarakat yang diberikan oleh tiap individu cenderung subjektif, meski terdapat pola yang jelas dapat terbaca dari hasil datanya.

3. Tingkat IQ Tetap Menjadi Pertimbangan


IQ seseorang cenderung menggambarkan efektivitasnya sebagai pemimpin pada batasan tertentu sehingga tetap menjadi pertimbangan.

Hal ini dimungkinkan karena secara umum para karyawan akan merating pemimpinnya semakin baik ketika memiliki IQ yang bagus.

Akan tetapi ada batasan khusus di mana para pemimpin yang memiliki nilai IQ di atas 120 akan mengalami penurunan rating drastis dari para karyawannya.

Beberapa alasan yang muncul biasanya karena rencana atau pengajaran yang dilakukan pemimpin tersebut dipahami, strateginya terlalu rumit hingga sulit untuk diimplementasikan, atau bisa juga karena pemimpin tersebut memiliki sikap yang kurang percaya terhadap kemampuan orang lain.

4. Pemimpin Harus Memiliki Sikap Empati dan Simpati


Sebenarnya, seseorang dengan IQ tinggi juga bisa sangat bagus menjadi pemimpin. Hanya saja, Ia memerlukan dukungan sikap empati dan simpati dari dalam dirinya.

Tanpa sikap Empati dan Simpati, sepintar apapun seseorang akan sulit untuk dapat menjadi pemimpin.

Pemimpin yang pintar bukan hanya orang dengan kemampuan yang baik dalam mengambil keputusan, tapi juga mereka yang peduli dan memahami sejauh mana kemampuan dan tingkat pemahaman orang yang dipimpinnya.

Lanjutkan membaca:
Hindari 10 Kebiasaan Negatif Berikut Ini Bila Ingin Karir Anda Cemerlang

Pemimpin bukan hanya soal intelektualitas, tapi juga karisma. Kecerdasan intelektual tidak menjadi satu-satunya hal yang yang dapat mendefinisikan seorang pemimpin. Ada banyak faktor lainnya yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin.

Jadi, bagaimana menurut Anda sekarang? Apakah seorang pemimpin harus selalu pintar?

Sumber:
www.idntimes.com

0 Comments:


Top