√ 12 Tips Penting Merawat Anak Kucing Flatnose Usia 2 Bulan - Yoadit.com

12 Tips Penting Merawat Anak Kucing Flatnose Usia 2 Bulan

Yoadit.com - Kucing Persia Flatnose atau disebut juga kucing flatnose merupakan satu dari beberapa ras kucing persia yang cukup favorit. Penampilannya lucu dan imut, tak heran bila banyak pecinta kucing yang memelihara jenis kucing flatnose.

Kucing flatnose dapat dikatakan sebagai hasil perkawinan silang antara kucing persia medium dan kucing persia peaknose.

Kucing flatnose memiliki ciri utama bentuk hidung yang datar dengan muka alias pesek. Bentuk kepalanya agak kotak dengan mata kecil dan bulat. Sedangkan bulunya cukup lebat dan kakinya tidak terlalu pendek.

12 Tips Penting Merawat Anak Kucing Flatnose Usia 2 Bulan
sumber: hewanpeli.com
Perlu Anda ketahui, ada beberapa jenis kucing ras persia yaitu persia medium, flatnose, dan peaknose. Perbedaan kucing flatnose dengan kedua jenis lainnya ialah bentuk hidungnya lebih pesek dari persia medium, tetapi tidak sepesek persia peaknose.

Baca juga: Ciri-ciri Kucing Peaknose Beserta Daftar Harganya

Bagi Anda yang akan atau ingin memelihara anak kucing flatnoses berusia 2 bulan, ada baiknya untuk memperhatikan sejumlah tips yang akan kami bagikan berikut ini!

1. Perhatikan Kesehatan Sang Induk


Tips yang pertama ini berlaku apabila Anda memelihara anak kucing flatnose bersama dengan induknya. Kucing berusia di bawah 3 bulan, umumnya masih menyusu pada induknya.

Penting bagi pemilik anak kucing flatnose untuk menjaga kesehatan induknya, karena induk kucing yang terkena penyakit juga berisiko akan menular pada anaknya. Bahkan, jika sang induk memiliki banyak kutu, atau terserang penyakit kulit, biasanya ini akan menular juga pada anaknya.

2. Berikan Susu Khusus Kucing


Anak kucing flatnose yang masih belajar makan catfood ada baiknya tetap diberi susu tambahan supaya nutrisinya tetap tercukupi. Anda bisa memberikannya susu khusus untuk anak kucing yang banyak dijual di pet shop.

3. Beri Air Minum yang Bersih


Anak kucing masih rentan terhadap serangan penyakit. Berikan anak kucing flatnose air minum yang bersih dan gunakan wadah yang steril. Selain itu, gunakan pula wadah minum dengan posisi rendah agar anak kucing dapat menjangkaunya dengan mudah.

4. Pemberian Makanan


Anak kucing baru dapat mencerna makanan dengan sempurna ketika usianya sudah 7 minggu. Anak kucing usia 7 minggu sampai 2 bulan perlu diberi makanan antara 6 sampai 8 kali sehari dalam porsi kecil.

Anda dapat membeli makanan khusus untuk anak kucing di petshop dekat rumah. Pilihlah makanan yang sehat dan bernutrisi tinggi supaya anak kucing flatnose dapat tumbuh dengan baik dan berbulu lebat.

5. Sediakan Tempat Tinggal yang Nyaman


Tips berikutnya dalam merawat anak kucing flatnose usia 2 bulan ialah Anda perlu menyediakan tempat tinggal yang nyaman, hangat, dan bersih untuknya. Bulu anak kucing yang belum begitu lebat membuat Ia gampang kedinginan.

Gunakan kain halus sebagai alas pada kandangnya, kalau perlu Anda berikan bola lampu di dalam kandang, agar anak kucing flatnose tetap merasa hangat.

Kandang atau tempat tinggal kucing juga harus memiliki sirkulasi udara yang baik. Hal ini guna mencegah kandang terlalu lembab yang dapat mengakibatkan perkembangan bakteri dan tumbuhnya jamur pada anak kucing.

6. Sediakan Ruang Gerak Bagi Anak Kucing


Sediakan tempat di rumah Anda untuk anak kucing agar Ia memiliki ruang gerak yang cukup bebas. Anak kucing senang bermain dan sangat lincah.

Lindungi juga Ia dari gangguan hewan lain seperti kucing dewasa atau anjing karena anak kucing belum mampu melindungi dirinya sendiri dari bahaya yang mengancam keselamatannya.

7. Berikan Vaksin Sesuai Jadwal


Vaksin merupakan hal penting yang perlu diberikan pada kucing persia karena berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh kucing terhadap serangan beragam penyakit.

Untuk kucing flatnose usia 2 bulan, vaksin yang wajib diberikan ialah tricat yang gunanya untuk mencegah kucing terserang penyakit feline Panleukopenia, yaitu peradangan yang terjadi pada sistem pencernaan dan dapat menular kepada kucing lain.

Selain vaksin tricat, anak kucing flatnose usia 2 bulan juga perlu diberikan obat cacing agar nutrisi dari makanan dapat terserap dengan baik.

Baca juga: Jenis dan Harga Vaksin Kucing Persia Beserta Jadwal Pemberiannya

8. Sediakan Wadah Khusus untuk Buang Air


Tempat untuk buang air kucing juga menjadi faktor yang menunjang kenyamanannya. Anda perlu menyediakan liter tray/box untuk kucing membuang kotoran. Tempat ini nantinya tidak hanya untuk pup, tapi juga pip si empus.

Gunakan wadah yang tidak terlalu tinggi agar dapat dijangkau dengan mudah oleh anak kucing. Anda isi wadah tersebut dengan pasir khusus yang banyak dijual di pet shop.

Anak kucing yang tidak bersama induknya pertama kali akan kebingungan bagaimana cara membuang kotoran di liter box. Anda dapat melatihnya pelan-pelan. Sehabis Ia makan, cobalah untuk meletakkannya di kota pasir, hal ini akan membantunya paham apa yang harus dilakukan.

9. Ajak Kucing Bermain


Sebagai pemilik, Anda perlu meluangkan waktu untuk mengajaknya bermain. Hal ini untuk merangsang keaktifannya serta agar Ia sering memiliki kontak langsung dengan Anda sehingga Ia akan menjadi kucing yang jinak dan menyayangi pemiliknya setelah dewasa nanti.

Anda bisa membeli aneka mainan kucing di toko pet shop, atau bisa juga menggunakan bandul dan bola pingpong. Intinya, kucing sangat suka mengejar dan bermain dengan suatu benda yang bergerak-gerak.

10. Rawat Kebersihan Wajah dan Tubuhnya


Struktur wajah kucing flatnose membuatnya sering mengeluarkan cairan mata. Jika tidak dibersihkan, maka akan meninggalkan bekas noda dan kucing terlihat kotor.

Anda perlu membersihkan area wajah kucing flatnose secara rutin agar Ia tidak terkena penyakit dan selalu tampak cantik.

Menurut beberapa referensi, anak kucing yang masih berusia di bawah 3 bulan sebaiknya jangan dulu dimandikan sebab dapat membuatnya kedinginan dan sakit. Meskipun Anda menggunakan air hangat untuk memandikannya.

Bila ingin membersihkan wajah dan tubuhnya, Anda dapat menggunakan lap kering atau tisu basah. Bila terpaksa memakai air, cukup lakukan dengan cara memercikkannya saja.

Jangan lupa untuk menyisir bulu anak kucing flatnose setiap hari. Sisir dengan lembut menggunakan sisir khusus kucing.

11. Cegah Hairball pada Kucing


Hairball atau muntah bulu merupakan bulu yang tergulung dan menyumbat saluran cerna kucing. Kondisi ini disebabkan karena kucing sering menjilati bulunya untuk menjaga kebersihan dirinya secara alami. Seringkali bulu-bulu tersebut masuk ke dalam mulut hingga ke saluran cerna.

Untuk mencegah hairball, Anda dapat memberikan 1/2 sdt minyak kelapa untuk diminum 2 sampai 3 kali.

12. Berikan Perhatian dan Kasih Sayang


Kucing adalah binatang yang ramah dan suka disayang. Pemilik kucing harus memberikan sentuhan dan kasih sayang kepada kucingnya. Dengan begitu, kucing pun akan jinak dan turut menyayangi majikannya.

Anak kucing flatnose harus dirawat dengan kelembutan, jangan bersikap kasar dan membentak karena kucing akan merasa takut dan terancam sehingga menjauhi Anda.

Itulah beberapa tips tentang cara merawat kucing flatnose usia 2 bulan yang penting untuk diperhatikan. Sebagai tambahan, berikut ini kami juga akan menjelaskan beberapa fakta tentang kucing flatnose kepada Anda.

Fakta Kucing Flatnose yang Perlu Anda Ketahui


Bagi pemilik kucing flatnose, beberapa fakta tentang jenis kucing ini juga penting untuk diketahui. Berikut ini beberapa fakta tentang kucing flatnose yang perlu Anda ketahui:

  • Asal: Kucing Flatnose berasal dari Persia (Iran) kucing ini pertama kali dikenalkan di Italia pada tahun 1620.
  • Ciri-ciri Fisik: Hidung pesek, tapi tidak terlalu pesek seperti kucing peaknose. bentuk kepala agak kotak, serta berbulu lebat dan panjang.
  • Karakter Sifat: Sama seperti kucing persia lainnya, namun beberapa pecinta kucing ada yang mengatakan kalau kucing flatnose lebih aktif dan suka bermain dibandingkan jenis kucing persia lainnya.
  • Biaya Perawatan: Untuk memelihara kucing persia flatnose, Anda membutuhkan budget yang tidak sedikit sebagai biaya perawatannya termasuk makanan, vitamin, perlengkapan grooming, vaksin, dan obat-obatan ketika Ia sakit.
  • Masalah Kesehatan: Beberapa masalah kesehatan yang mungkin timbul pada kucing flatnose di antaranya susah bernapas, napas yang berisik, cherry eye, dan ringworm.

Lanjutkan membaca: Ciri-ciri Jenis Kucing Persia Flatnose, Beserta Harga dan Cara Perawatannya

Semoga ulasan kami tentang tips merawat anak kucing flatnose di atas dapat bermanfaat. Salam Catlovers!

Sumber:
arenahewan.com

0 Comments:


Top