Benarkah Pendaratan di Bulan Adalah Kebohongan yang Dibuat NASA?


Yoadit.com - Belakangan ini, kita sering mendengar tentang teori konspirasi pendaratan bulan atau yang juga disebut dengan teori hoax bulan terbaik.

Teori konspirasi pendaratan bulan adalah sebuah teori yang menyatakan bahwa manusia yang mendarat di bulan merupakan suatu kebohongan.

Benarkah Pendaratan di Bulan Adalah Kebohongan yang Dibuat NASA?
sumber: id.wikipedia.org
Para penggemar teori konspirasi ini menganggap bahwa foto dan rekaman pendaratan di bulan telah dibuat dengan cerdik oleh NASA di sebuah studio di Nevada.

Baca juga: Ternyata Ini Dia Penyebab Amerika Tidak Pernah Lagi Mengirim Astronotnya ke Bulan

Asal Mula Teori Konspirasi Pendaratan di Bulan


Benarkah Pendaratan di Bulan Adalah Kebohongan yang Dibuat NASA?
sumber: www.youtube.com
Munculnya teori konspirasi pendaratan di Bulan bermula pada tahun 1974 ketika Bill Kaysing menerbitkan sebuah buku berjudul We Never Went to The Moon: America’s Thirty Billion Dollar Swindle.

Secara umum, isi buku tersebut mengatakan bahwa Amerika telah memalsukan misi pendaratan di Bulan. Hal ini didasarkan pada hasil investigasi dimana menunjukkan beberapa kejanggalan pada rekaman dan foto-foto yang dirilis oleh NASA.

Sejak terbitnya buku itu, teori konspirasi pendaratan bulan mulai populer. Setelah buku Kaysing, beberapa buku yang mengusung ide sama juga turut bermunculan. Namun demikian, buku-buku dan situs yang membela pendaratan di bulan pun ikut bermunculan.

Penjelasan Teori Konspirasi Pendaratan Manusia di Bulan


Kalangan pengikut teori konspirasi pendaratan bulan juga mengungkapkan kejanggalan mengapa di tengah perkembangan teknologi yang semakin maju, tidak ada lagi misi lanjutan untuk mengirim orang ke bulan.

Nah, artikel berikut ini kami akan mengulas tentang beberapa alasan para pengikut teori konspirasi bulan menganggap bahwa pendaratan manusia di bulan hanyalah kebohongan yang dibuat oleh Amerika Serikat.

Tapi tidak hanya itu, kami juga akan memberikan penjelasannya secara ilmiah berdasarkan informasi yang dikutip dari wikipedia.

1. Radiasi Sabuk Van Allen Tidak Mungkin Bisa Dilewati


Benarkah Pendaratan di Bulan Adalah Kebohongan yang Dibuat NASA?
sumber: www.republika.co.id
Konon, pesawat ruang angkasa harus melintasi sabuk radiasi Van Allen untuk mencapai bulan. Hal ini tidak mungkin dilakukan karena sabuk itu terdiri dari partikel dan radiasi kosmik yang tertangkap oleh medan magnetik bumi.

Para pendukung teori konspirasi mengatakan para astronot tidak mungkin dapat melintasi sabuk radiasi tersebut.

Penjelasan:

Data menunjukkan lain karena NASA sudah memperhitungkan semuanya sebelum menerbangkan manusia ke ruang angkasa. Untuk meneliti risiko ini, mereka telah menginvestasikan waktu dan uang yang tidak sedikit.

Pada akhirnya NASA memperoleh kesimpulan bahwa radiasi Van Allen hanya membawa risiko yang minimal. Apollo hanya butuh waktu sekitar 1 jam untuk melewati sabuk radiasi tersebut.

Seseorang dapat mengalami sakit jika terkena dosis radiasi 100-200 rem, dan dapat mengakibatkan kematian bila terkena dosis di atas 300 rem. Sedangkan total dosis radiasi yang diterima para astronot pada sabuk Van Allen hanya sekitar 1 rem.

Kesimpulan lainnya ialah sabuk radiasi tersebut terbentang di 40 derajat Latitude dan 20 derajat di atas dan di bawah equator magnetik. Sementara Wahana yang membawa Apollo bergerak di posisi 30 derajat sehingga para astronot hanya terekspose oleh radiasi dalam jumlah minimal.

2. Tidak Adanya Tampilan Bintang-bintang di Angkasa


Benarkah Pendaratan di Bulan Adalah Kebohongan yang Dibuat NASA?
sumber: www.kaskus.co.id
Foto pendaratan di Bulan disebut palsu karena pada foto-foto tersebut tidak tampak adanya bintang-bintang di langit.

Penjelasan:

Tidak terlihatnya bintang-bintang pada foto saat pendaratan di bulan dikarenakan para astronot tidak ke Bulan untuk mengambil foto bintang-bintang. Oleh karena itu, kamera diatur dengan eksposure yang pendek guna menghindari tampilan gambar-gambar yang over ekspose.

Kamera juga harus disetel sedemikian rupa karena permukaan bulan yang begitu terang sehingga bintang-bintang tidak akan dapat tertangkap kamera dan permukaan bulan dapat terlihat dengan jelas.

3. Perbedaan Arah Bayangan


Benarkah Pendaratan di Bulan Adalah Kebohongan yang Dibuat NASA?
sumber: plus.kapanlagi.com
Tidak seragamnya arah bayangan yang ditunjukkan pada beberapa foto pendaratan di Bulan disinyalir sebagai pendaratan palsu oleh kalangan teori konspirasi.

Mereka menganggap foto diambil di sebuah studio karena adanya lebih dari satu sumber pencahayaan. Pasalnya, matahari merupakan satu-satunya sumber cahaya di Bulan.

Misalnya pada beberapa foto yang menunjukkan bayangan batu dan wahana Lunar Lander tampak mengarah ke arah yang berbeda-beda.

Penjelasan:

Arah bayangan yang berbeda-beda pada foto pendaratan di Bulan disebabkan permukaan bulan tidaklah rata karena ditutupi oleh kawah, batu-batuan dan gundukan-gundukan.

Cahaya yang menyentuh permukaan tidak rata itu akan terlihat membelok ke segala arah tergantung kondisi permukaannya. Bila permukaannya naik, maka bayangan akan terlihat lebih pendek. Begitu juga sebaliknya bila permukaannya menurun, maka bayangan akan terlihat memanjang.

Namun, bila foto diambil dari atas secara tegak lurus, maka bayangan akan mengarah ke arah yang sama. Bayangan yang terlihat menuju ke arah yang berbeda-beda karena foto diambil bukan dari tampak atas.

Selain itu, jika NASA memalsukan foto pendaratan di bulan dengan membuat rekaman di sebuah studio yang memiliki lebih dari satu sumber cahaya (misalnya lampu studio), maka bayangan satu objek akan muncul lebih dari satu.

Seperti bila kita lihat pemain bola yang berada di sebuah stadion pada malam hari dengan pencayahaan dari sudut-sudut stadion. Maka, satu orang pemain di lapangan bisa tampak memiliki 4 bayangan yang mengarah ke arah berbeda-beda.

4. Jejak Kaki Edwin Aldrin Dibuat Begitu Sempurna


Benarkah Pendaratan di Bulan Adalah Kebohongan yang Dibuat NASA?
sumber: theprameres.wordpress.com
Teori konspirasi berikutnya tentang pendaratan di Bulan ialah jejak kaki yang ditinggalkan Edwin Aldrin tampak begitu sempurna, seolah-olah permukaan bulan mempunyai debu tanah yang bercampur air.

Mereka menganggap jejak kaki tersebut dibuat begitu sempurna padahal bulan memiliki permukaan yang kering dan gravitasi yang hanya 1/6 bumi. Bahkan, jejak seperti itu tidak akan dapat ditinggalkan oleh manusia seberat 200 kg sekalipun.

Penjelasan:

Di Bulan terdapat debu yang terdiri dari partikel-partikel yang terbentuk dari tabrakan-tabrakan dengan asteroid dan mikrometeorit. Debu yang terbentuk dari setiap partikel memiliki permukaan kasar dan bergerigi. Hal inilah yang menyebabkan jejak kaki dapat terbentuk dengan baik tanpa air.

Lagi pula, mayoritas permukaan bulan terdiri dari silika, materi unik yang dapat lengket satu sama lain dan membentuk rantai molekuler panjang.

Lain halnya dengan di Bumi, jejak seperti tidak akan mudah terbentuk tanpa bantuan air. Belum lagi adanya proses oksidasi, dimana oksigen akan segera mengisi serpihan rantai molekuler di antara partikel. Ketiadaan oksigen justru dapat membuat jejak kaki tampak begitu sempurna di Bulan.

Penjelasan berikutnya, berat di bulan memang menjadi 1/6 berat di bumi karena pengaruh perbedaan gravitasi. Tetapi perlu kita ketahui, massa suatu benda akan selalu sama di mana pun tempatnya di seluruh alam semesta.

Pasalnya, jika berdasarkan rumus Newton, yaitu Berat = Massa x Gravitasi, maka bukan hal yang mustahil bila Aldrin dapat membuat jejak kaki yang begitu sempurna saat berjalan di Bulan.

5. Foto Bendera yang Tampak Berkibar


Benarkah Pendaratan di Bulan Adalah Kebohongan yang Dibuat NASA?
sumber: manado.tribunnews.com
Sesuai fakta, memang tidak ada angin di Bulan. Tetapi para penganut teori konspirasi menganggap foto bendera yang berkibar sebagai suatu kebohongan NASA lainnya.

Penjelasan:

Pemerintah AS menginginkan sebuah foto heroik dengan bendera Amerika yang dapat terlihat dengan jelas. Hal ini agak sulit dilakukan karena tidak adanya angin di Bulan.

Oleh karena itu, diambilah foto dengan bendera Amerika yang di atas tiangnya dipasang sebuah pipa horizontal kecil. Tiang berbentuk huruf L terbalik tersebut sukses membuat efek berkibar pada bendera Amerika yang ditancapkan di Bulan.

Sebenarnya ini merupakan cara NASA untuk dapat mengambil foto sebuah bendera berkibar sehingga menjadikannya terlihat begitu heroik.

6. Tidak Ada Kawah Lunar Lander di Bulan


Pada saat pendaratan dan keberangkatan, Lunar Lander mampu mengeluarkan tenaga hingga 10 ribu pon. Para penganut teori konspirasi menganggap dengan tenaga sebesar itu, seharusnya ada kawah yang tercipta di Bulan bekas aktivitas Lunar Lander.

Seperti helikopter yang mendarat di padang pasir, tenaga yang dihasilkan dari pendaratan dan keberangkatan Wahana seharusnya meninggalkan bekas lubang.

Penjelasan:

Tidak adanya kawah atau lubang besar bekas pendaratan dan keberangkatan Lunar Lander karena aktivitas dari Wahana milik NASA tersebut lebih banyak terjadi sebelum pendaratan di Bulan.

Ribuan kaki dari atas permukaan Bulan, Lunar Lander mulai mengurangi kekuatan semburannya sampai hanya tinggal 3 ribu pon. Saat tinggal beberapa kaki di atas permukaan Bulan, kekuatannya pun semakin dikurangi lagi sehingga tidak terbentuk kawah di permukaan Bulan.

Selain itu, permukaan Bulan tidak hanya terdiri dari debu dan pasir saja, tapi juga materi-materi keras yang disebut Lunar Regolith yang tidak akan terbentuk kawah meskipun diatasnya terdapat aktivitas Lunar Lander.

7. Objek yang Seharusnya Gelap Terlihat Begitu Terang


Benarkah Pendaratan di Bulan Adalah Kebohongan yang Dibuat NASA?
sumber: theprameres.wordpress.com
Pada beberapa foto terdapat objek yang seharusnya gelap tampak begitu terang. Misalnya saja foto seorang astronot yang turun dari Wahana Lunar Lander, mestinya astronot itu tidak terlihat karena gelap tertutup Lunar Lander, tetapi malah menunjukkan detail yang begitu jelas.

Penjelasan:

Objek yang tampak terang dikarenakan permukaan Bulan memantulkan cahaya dari matahari sehingga memberikan penerangan tambahan terhadap suatu objek.

Refleksi cahaya permukaan Bulan diperkirakan sebesar 340 lumens per kaki persegi, yang artinya ekuivalen dengan lampu pijar seterang 35 watt. Pantulan cahaya dari permukaan Bulan itulah yang membuat beberapa objek hasil pemotretan tampak begitu terang.

Argumen Lain Pendukung Kebenaran Pendaratan di Bulan


Selain beberapa penjelasan di atas, ada juga beberapa argumen yang mendukung kebenaran pendaratan di Bulan, di antaranya:

1. NASA Tidak Hanya Sekali Mengirim Manusia ke Bulan


Pengiriman manusia ke Bulan oleh NASA tidak hanya satu kali dilakukan. Beberapa misi yang berhasil mendarat antara lain Apollo 11, 12, 14, 15, 16, dan 17. Sedangkan Apollo 13 gagal mendarat di Bulan, tetapi berhasil pulang ke Bumi dengan selamat.

Jika NASA memalsukan pendaratan Apollo 11, mengapa harus mengirim misi lagi sampai Apollo 17? Padahal, ketertarikan manusia terhadap Bulan sudah berkurang jauh setelah pengiriman misi Apollo 11.

Para pendukung teori hoax pendaratan di Bulan mengatakan mengatap setelah Neil Armstrong tidak ada lagi pendaratan ke Bulan. Padahal pernyataan ini sangat menyesatkan karena totalnya ada 12 astronot yang pernah mendarat dan berjalan kaki di Bulan, antara lain:

  • Neil Alden Armstrong
  • Edwin “Buzz” Aldrin
  • Charles “Pete” Conrad
  • Alan L. Bean
  • Alan Shepard
  • Ed Mitchell
  • David Scott
  • James Irwin
  • John Young
  • Charles Duke
  • Harrison Jack Schmitt
  • Eugene A. Cernan


Sedangkan setelah tahun 1972, tidak ada lagi misi ke Bulan karena Amerika mengalami beberapa kali resesi sehingga anggaran NASA dipotong dan jauh berkurang. Padahal, untuk mengirim manusia ke Bulan satu kalinya membutuhkan biaya yang sangat mahal.

Baca juga: Ternyata Ini Dia Penyebab Amerika Tidak Pernah Lagi Mengirim Astronotnya ke Bulan

2. Adanya Sampel Batu-batuan dari Bulan


Benarkah Pendaratan di Bulan Adalah Kebohongan yang Dibuat NASA?
sumber: riogazette.blogspot.com
Para astronot yang pulang kembali ke Bumi membawa sampel batu bulan dengan total seberat 382 kg dengan lebih dari 2 ribu sampel yang terpisah.

Para ilmuwan di seluruh dunia telah meneliti sampel batu-batuan tersebut. Mustahil jika NASA mampu membuat batu Bulan tiruan mengingat batu tersebut mempunyai karakteristik yang unik dimana terbentuk pada lingkungan tanpa oksigen.

3. Disaksikan oleh Wartawan dari Seluruh Dunia


Pada saat peluncuran misi Apollo 11 saja ada sekitar 3.500 wartawan dari seluruh dunia yang mengikuti dan meliput proses perjalanan misi di Kennedy Space Center.

Para wartawan tersebut mengikuti rangkaian proses mulai dari peluncuran, pendaratan di Bulan, sampai para astronot pulang ke Bumi. Tidak hanya itu, ada lebih dari 400 ribu karyawan yang bekerja pada proyek Apollo 11. Mereka bekerja hampir 10 tahun bersama NASA.

***

Tentunya dari uraian di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa sangat kecil kemungkinan untuk NASA membuat suatu kebohongan besar tentang pendaratan di Bulan. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah khasanah keilmuan kita semua.

Sumber:
id.wikipedia.org

Posting Komentar

Copyright © 2019 Yoadit.com