Klasifikasi Terminal Angkutan Penumpang di Indonesia


Yoadit.com - Perlu Anda ketahui bahwa terminal angkutan umum di Indonesia terbagi menjadi 3 tipe, antara lain Terminal Tipe A, Terminal Tipe B, dan Terminal Tipe C.

Klasifikasi Terminal Angkutan Penumpang di Indonesia
sumber: alinea.id
Pembagian tipe terminal ini dilakukan berdasarkan fungsi pelayanan, fasilitas pelayanan, dan kewenangan. Berdasarkan PP RI No 43 Tahun 1993, klasifikasi terminal penumpang terbagi menjadi tiga tipe, antara lain:

Baca juga: Macam Gambar Rambu Lalu Lintas Beserta Artinya

Terminal Penumpang Tipe A


Fungsi Terminal Tipe A ialah melayani kendaraan penumpang umum untuk angkutan AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi), Angkutan Kota (AK atau Angkot), dan Angkutan Pedesaan (ADES atau Angkudes), serta Angkutan Lintas Batas Antar Negara.

Kewenangan untuk Terminal Tipe A berada di bawah Pemerintah Pusat (Kementerian Perhubungan) dengan memperhatikan masukan dari Pemerintah Provinsi (Gubernur).

Terminal Penumpang Tipe B


Fungsi Terminal Tipe B ialah melayani kendaraan penumpang umum untuk angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Kota (AK atau Angkot), dan Angkutan Pedesaan (ADES atau Angkudes).

Kewenangan Terminal Tipe B berada di bawah Pemerintah Provinsi (Gubernur) dengan memperhatikan masukan dari Pemerintah Kabupaten/Kota (Bupati/Walikota).

Terminal Penumpang Tipe C


Fungsi Terminal Tipe C ialah melayani kendaraan penumpang umum untuk Angkutan Pedesaan (ADES atau Angkudes).

Kewenangan Terminal Tipe C berada di bawah Pemerintah Kabupaten/Kota (Bupati) dengan memperhatikan masukan dari SKPD yang bertanggung jawab di bidang sarana, prasarana lalu lintas, dan angkutan jalan.

***

Klasifikasi terminal tersebut menjadi dasar pertimbangan bagi keperluan perencanaan berbagai fasilitas penunjang dari masing-masing tipe terminal. Tipe terminal penumpang yang berbeda tentunya akan membutuhkan jumlah dan dimensi fasilitas pendukung yang berbeda pula.

Begitu juga dengan lokasi terminal, masing-masing tipe memiliki kriteria tersendiri dalam penentuan lokasi yang tepat sesuai dengan tipe pelayanan yang difungsikan pada terminal tersebut.

Sementara itu, jika terdapat perubahan penetapan tipe Terminal Penumpang akan dilakukan sejumlah prosedur yang meliputi perubahan jaringan jalan dan perkembangan wilayah, dan evaluasi yang dilakukan setiap 5 (lima) tahun sekali.

Evaluasi pada tipe terminal penumpang akan dilakukan oleh:

  • Direktur Jenderal, untuk Terminal Penumpang Tipe A.
  • Gubernur, untuk Terminal Penumpang Tipe B.
  • Bupati/Walikota, untuk Terminal Penumpang Tipe C, atau


Selain dilakukan klasifikasi terminal angkutan penumpang berdasarkan tipe, terminal angkutan penumpang juga juga berdasarkan kelas terminal, yaitu Terminal Kelas 1, Kelas 2, dan Kelas 3. Hal ini mengacu pada PM 132 Tahun 2015.

Jangan lewatkan: Mengenal Warna Plat Nomor Kendaraan yang Berlaku di Indonesia

Pembagian kelas terminal tersebut ditetapkan melalui kajian teknis yang didasari pada:

  • Tingkat permintaan angkutan.
  • Keterpaduan pelayanan angkutan.
  • Jumlah trayek.
  • Jenis pelayanan angkutan.
  • Fasilitas utama dan penunjang terminal.
  • Simpul asal dan tujuan angkutan.


Bagaimana dengan informasi mengenai perbedaan terminal penumpang Tipe A, Tipe B, dan Tipe C di atas? Semoga dapat menambah wawasan kita dalam bidang Angkutan Jalan!

Sumber:
dishub.acehprov.go.id

Posting Komentar

Copyright © 2019 Yoadit.com