4 Penyebab Kampas Kopling Cepat Aus dan Cara Mengatasinya


Yoadit.com - Gaya berkendara memang dapat membuat kampas kopling cepat habis. Namun, gaya berkendara juga tidak selalu menyebabkan kampas kopling cepat aus.

Penyebab Kampas Kopling Cepat Habis


4 Penyebab Kampas Kopling Cepat Aus dan Cara Mengatasinya
Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan kampas kopling cepat habis. Apa saja itu? Simak ulasannya berikut ini!

1. Pemakaian Oli yang Tidak Sesuai


Penyebab pertama kampas kopling cepat aus ialah pemakaian oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Oli yang kepanasan malah menguap dan tidak mampu melumasi kampas kopling.

2. Lemahnya Per Kopling


Penyebab lainnya ialah per kopling yang lemah. Seringkali pemilik kendaraan mengganti kampas kopling tanpa sekalian mengganti per sehingga lama-lama per akan lemah dan menekan plat kampas kopling tersebut.

3. Setelan Kopling yang Terlalu Pendek


Setelan kopling yang pendek memang membuat nyaman saat berkendara. Terutama pengemudi yang biasa berkendara di daerah perkotaan dengan lalu lintas padat. Akan tetapi, setelan jarak kopling yang terlalu pendek justru dapat cepat merusak kampas kopling.

4. Gaya Berkendara


Kebiasaan buruk dalam mengemudi juga dapat menyebabkan kampas kopling cepat habis. Misalnya, saat berpindah gigi, pedal kopling sudah diangkat padahal transmisi belum benar-benar berpindah.

Selain itu, menginjak setengah kopling saat tanjakan juga dapat mengakibatkan kampas kopling cepat aus.

Nah, itulah beberapa penyebab kampas kopling cepat rusak atau habis. Tahu sendiri kan, harga kampas kopling juga tidak murah lho! Untuk yang asli atau OEM, harga kisarannya bisa mencapai Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribuan.

Lantas, bagaimana agar kampas kopling bisa lebih awet dan tidak cepat aus?

Cara Mengatasi Kampas Kopling Tidak Cepat Rusak


Jika Anda tidak ingin mengeluarkan biaya terlalu banyak dalam perawatan mobil, menjaga keawetan kampas kopling juga penting untuk dilakukan. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat kampas kopling lebih awet, antara lain:

1. Jangan Paksakan Mobil Menerjang Banjir


Mengingat sekarang ini sudah memasuki musim hujan, hindari memaksakan mobil Anda menerjang banjir atau genangan air yang terlalu tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan komponen utama kopling mobil cepat rusak. Menerjang banjir akan membuat kopling macet.
Jika memang terpaksa melakukan hal tersebut, sebaiknya jangan langsung berhenti atau parkir sesaat setelah menerjang banjir.

Pasalnya, air atau lumpur yang menggenangi kopling bakal membuat komponen dan sekrup jadi lembab sehingga terjadi proses tarik-menarik antara pelat kopling dan sekrup. Akibatnya kopling jadi lengket, dan transmisi akan sulit berpindah.

Lebih aman memang hindari untuk menerobos banjir, bila terpaksa ada baiknya langsung membawa mobil ke bengkel untuk dicek.

2. Netralkan Transmisi Saat Berhenti di Lampu Merah atau Tanjakan


Kebiasaan menahan kopling dalam posisi gigi satu saat berhenti sebaiknya mulai dihindarikan. Pasalnya, hal ini akan membuat kinerja kopling menjadi lebih berat.

Selain membuat kaki cepat pegal, cara ini juga dapat membuat kampas kopling cepat menipis. Netralkan transmisi saat berhenti, manfaatkan rem tangan saat berhenti di tanjakan. Istirahatkan sejenak kaki Anda dengan menetralkan transmisi.

3. Lepaskan Kaki Dari Pedal Kopling Saat Mobil Berjalan


Kebiasaan menggantung kaki di pedal kopling dapat menambah gesekan pada kampas sehingga akan mempercepat ausnya kampas kopling.

Sebaiknya Anda tidak terlalu sering meletakkan kaki di atas pedal kopling agar gesekannya berkurang dan umur kampas bisa lebih awet.

4. Sesuaikan Posisi Gigi Transmisi dengan Kecepatan Kendaraan


Saat kendaraan berjalan dengan cepat, maka gunakan gigi tinggi. Begitu pula sebaliknya, kecepatan kendaraan harus disesuaikan dengan gigi transmisi bila tidak ingin kampas kopling cepat aus.

Kebiasaan tidak menurunkan gigi saat berkendara dengan kecepatan pelang dapat menciptakan gesekan keras pada kampas sehingga mempercepat ausnya ujung-ujung kampas kopling.

5. Biasakan Melepas Kopling Mobil Secara Perlahan


Jika ingin kampas kopling mobil Anda lebih awet, biasakanlah melepas kopling secara perlahan selepas berpindah gigi transmisi. Hindari menghentak atau melepaskannya secara mendadak.

Hentakan yang timbul karena Anda melepas kopling secara mendadak dikarenakan adanya gesekan keras yang terjadi pada kopling.

6. Hindari Mengemudi dengan Gaya Setengah Kopling


Gaya mengemudi setengah kopling, terutama ketika kondisi macet di jalanan tanjakan dapat membuat gesekan yang keras pada kopling. Sudah pasti, kebiasaan mengemudi seperti dapat membuat permukaan kampas kopling cepat tipis.

Lebih baik menggunakan rem tangan dan netralkan gigi ketika berhenti di tanjakan. Nah, ketika sudah akan jalan barulah masukkan gigi satu, tarik gas dan cabut rem tangan.

7. Meski Harganya Murah, Hindari Membeli Kampas Bekas


Harga kampas bekas yang lebih murah tentu membuat sebagian orang tergoda untuk membelinya. Sah-sah saja Anda membeli kampas bekas jika kondisi keuangan memang sedang kering. Tetapi tentu saja kampas tersebut tidak akan bertahan lama.

Bila ingin kampas kopling lebih awet dan tidak timbul masalah di tengah perjalanan, ada baiknya membeli kampas kopling yang baru, tidak perlu yang original asalkan produk adalah merek ternama dan memang sudah teruji kualitasnya.
Nah, itulah sejumlah tips yang bisa Anda lakukan bila tidak ingin kampas kopling mobil cepat aus. Selamat mencoba dan selalu utamakan keselamatan saat berkendara.

Sumber:
www.tribunnews.com
www.moneysmart.id

Posting Komentar

Copyright © 2019 Yoadit.com