Bagaimana Pelaksanaan Geopolitik dan Geostrategi Dalam Pembangunan Nasional?


Yoadit.com - Posting kali ini kita akan membahas tentang pelaksanaan geopolitik dangeostrategi dalam pembangunan nasional. Ada banyak hubungan geopolitik Indonesia dalam berbagai konteks, salah satunya dalam pelaksanaan pembangunan nasional.

Bagaimana Pelaksanaan Geopolitik dan Geostrategi Dalam Pembangunan Nasional?
via andinnidyaw.wordpress.com
Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya dikelilingi oleh lautan, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Sebagai negara kepulauan, karakteristik masyarakatnya pun lebih majemuk dengan beragam suku, bahasa, budaya, hingga agama.
Ke-Bhinnekaan masyarakat inilah yang dapat menjadi unsur-unsur bagi kekuatan maupun kelemahan Indonesia.

Salah satu kekuatan yang dimiliki Indonesia ialah pada posisi dan keadaan geografisnya yang sangat strategis serta memiliki kekayaan sumber daya alam yang begitu melimpah.

Namun di sisi lain, Indonesia sebagai negara kepulauan juga memiliki kelemahan dimana masyarakatnya begitu beranekaragam, meski pada akhirnya hingga saat ini dapat disatukan menjadi satu bangsa dan satu tanah air. Kelemahan ini juga bisa menjadi suatu kekuatan apabila dapat dikelola dengan baik.

Pada dua abad terakhir, geopolitik menjadi permasalahan yang sangat penting untuk diperhatikan. Pasalnya, manusia yang telah berbangsa membutuhkan wilayah sebagai tempat tinggalnya, yang kemudian dikenal sebagai Negara.

Yang dimaksud Negara secara minimal haruslah meliputi unsur wilayah, rakyat, dan pemerintah yang berkuasa.

Unsur rakyat suatu negara termasuk di dalamnya warga negara maupun yang bukan warga negara. Oleh karena itu, dibutuhkan pendidikan kewarganegaraan kepada setiap warga negara untuk mencapai tujuan nasional yang sesuai dengan Pembukaan UUD 45.

Pendidikan yang dimaksud bertujuan agar semua warga negara Indonesia tahu tentang hak dan kewajibannya, serta mampu berdiri dan tetap menjaga dirinya di tengah arus globalisasi yang tak terelakkan lagi, khususnya dalam mendukung pembangunan nasional.

Pandangan geopolitik bangsa Indonesia didasarkan pada nilai-nilai Ke-Tuhanan dan Kemanusiaan yang luhur, secara jelas dan tegas tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang tidak hanya cinta damai, tetapi juga cinta kemerdekaan.

Bangsa Indonesia secara tegas menola segala bentuk penjajahan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Sementara dalam hubungan internasional, Bangsa Indonesia berpijak pada paham kebangsaan (nasionalisme) yang membentuk suatu wawasan kebangsaan serta menolak pandangan Chauvinisme.

Hubungan Geopolitik dan Geostrategi Indonesia dalam Pembangunan Nasional


Istilah geopolitik semula merupakan ilmu politik yang kemudian berkembang menjadi pengetahuan tentang sesuatu yang berhubungan dengan konstelasi ciri khas negara yang berupa bentuk, luas, letak, iklim, dan sumber daya alam di dalamnya untuk membangun dan membina negara.
Hendaknya, para penyelenggara negara (pemerintah) menyusun pembinaan politik nasional berdasarkan kondisi dan situasi geomorfologi secara ilmiah yang didasarkan pada cita-cita bangsa. Sementara itu, geostrategi dapat diartikan sebagai pelaksanaan geopolitik dalam negara.

Pengertian Geopolitik kemudian berkembang menjadi ilmu tentang pengaruh faktor-faktor geografi terhadap ketatanegaraan. Geopolitik juga merupakan kekuatan yang didasarkan atas pengaruh letak dan kondisi geografi suatu negara yang menjadi wilayah hidup manusia.

Karl Haushofer (1869-1946), merupakan seorang Jerman yang mempopulerkan geopolitik dengan mengarah ke ekspansionisme dan rasialisme, yaitu Geopolitik sebagai landasan ilmiah bagi tindakan politik dalam perjuangan demi kelangsungan hidup suatu negara untuk memperoleh ruang hidupnya.

Kedudukan manusia sebagai dalam suatu negara mencakup tiga segi hubungan yaitu hubungan antara manusia dengan Tuhan, hubungan antar manusia, serta hubungan antara manusia dengan alam atau makhluk lainnya.

Dalam melaksanakan peran dan kegiatan hidupnya, manusia juga bergerak dalam dua bidang, yaitu universal filosofis yang bersifat transenden dan idealistik, serta hubungan sosial politis yang bersifat imanen dan realistis atau lebih nyata dan dapat dirasakan.

Sementara itu, memang menjadi tugas yang berat bagi suatu bangsa yang berupa kepulauan dan masyarakatnya yang beraneka ragam untuk mempersatukannya dalam satu bangsa dan satu tanah air.

Akan tetapi dorongan kuat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan telah dipelopori oleh para pendiri bangsa melalui Sumpah Pemuda tahun 1928 yang kemudian berlanjut pada proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Dalam pelaksanaan geopolitik dan geostrategi Indonesia tidak lepas dari pengaruh interaksi dan interaksi dengan lingkungan sekitarnya, baik lingkungan, regional maupun internasional. Oleh karena itu, dibutuhkan pedoman bagi Indonesia dalam melaksanakan pembangunan nasional.

Salah satu pedomannya adalah Wawasan Nasional yang berpijak pada Wawasan Nusantara. Jadi, Wawasan Nusantara bisa dikatakan sebagai geopolitik Indonesia.

Geopolitik Indonesia tidak dapat lepas dari Wawasan Nusantara, dimana setiap bangsa pasti memiliki Wawasan Nasional (National Outlook) yang menjadi visi suatu bangsa untuk menyongsong masa depan.

Suatu konsep cara pandang atau Wawasan Nasional diperlukan oleh suatu negara dalam kehidupan berbangsa. Tujuannya untuk menjamin kelangsungan hidup dan keutuhan bangsa maupun wilayahnya serta jadi diri dari bangsa itu sendiri.  Adapun Wawasan Nasional bangsa Indonesia dikenal pula dengan Wawasan Nusantara.

Wawasan Nasional dapat diartikan secara umum sebagai cara pandang suatu bangsa tentang diri dan lingkungannya yang dijabarkan dari dasar falsafah dan sejarah bangsa itu sesuai dengan  posisi dan kondisi geografi negaranya untuk mencapai tujuan atau cita-cita nasional.

Sedangkan pengertian Wawasan Nusantara mengandung arti sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah Nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan dan cita-cita nasional bangsa Indonesia.

Dengan demikian, peran Wawasan Nusantara ialah sebagai pembimbing bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupannya serta sebagai rambu-rambu dalam perjuangan kemerdekaannya.

Dalam artian geopolitik Indonesia, Pembangunan Nasional dapat berupa:
  • Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu kesatuan Politik.
  • Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya.
  • Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Pertahanan Keamanan.

Wawasan Nusantara Sebagai Geopolitik Bangsa Indonesia


Wilayah Indonesia yang terdiri dari daratan, lautan, dan udara, dipandang sebagai aspek penting dalam Wawasan Nasional dan Geopolitik Indonesia.

Wawasan Nasional bangsa Indonesia didasarkan pada keadaan lingkungan tempat tinggalnya yang menghasilkan konsepsi Wawasan Nusantara.
Jadi, Wawasan Nusantara merupakan penerapan dari teori geopolitik bangsa Indonesia. Dengan berpedoman kepada Wawasan Nusantara yang menjadi cara pandang dari prinsip dasar kebangsaan Indonesia, maka bangsa kita memiliki sikap dan jati diri sesuai dengan nilai-nilai dasar yang dianut sehingga pembangunan nasional dapat berjalan lurus dengan geopolitik Indonesia.

Sumber: ruangterkritis.blogspot.com

Posting Komentar

Copyright © 2019 Yoadit.com