Jenis-jenis Usaha untuk Inspirasi BUMDES


Yoadit.com - Bagaimana menentukan jenis usaha yang tepat untuk BUM Desa? Permasalahan ini ternyata masih ada di beberapa desa yang belum menemukan jenis usaha tepat yang sesuai dengan potensi yang dimiliki desa tersebut.

Jenis-jenis Usaha untuk Inspirasi BUMDES
Biasanya ada beberapa kemungkinkan ketika BUMDES didirikan, yaitu BUMDES sudah memiliki jenis usaha yang sudah dijalankan sebelumnya, baru memiliki usaha pada saat pendiriannya, atau belum memiliki usaha saat pendiriannya.

Baca juga: 5 Peluang Usaha Rumahan Modal Kecil Untung Besar di Daerah Pedesaan

Mungkin menentukan jenis usaha yang tepat tidak begitu menjadi masalah bagi BUMDES yang sudah memiliki atau menjalankan suatu jenis usaha sebelumnya.

Namun bagi beberapa desa tentu menjadi persoalan yang rumit karena menentukan jenis usaha yang tepat dan dapat bertahan lama bahkan mampu berkembang menjadi besar bukanlah hal yang mudah.

Posting berikut ini kita akan mencari tahu bersama apa saja jenis-jenis usaha yang bisa diterapkan untuk BUM Desa dan kira-kira jenis usaha apa yang tepat dengan potensi di desa Anda.

Jenis-jenis Usaha BUMDES


Penentuan jenis usaha yang akan menjadi unit bisnis BUMDES harus dilakukan secara seksama dan dengan pertimbangan yang matang.

Jenis usaha tersebut harus sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada di desa serta memiliki peluang pasar yang menjanjikan sehingga mampu memberikan keuntungan dan nilai tambah eknonomi bagi BUM Desa.

Berdasarkan Permendesa No 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa sudah disebutkan beberapa jenis bisnis yang dapat menjadi pilihan.

Tepatnya pada pasal 19 sampai 24, di situ tertera beberapa menu bisnis yang bisa menjadi inspirasi saat mendirikan BUMDES.

Klasifikasi jenis usaha BUMDES yang dapat dipilih dan dikembangkan meliputi:
  • Bisnis sosial sederhana yang memberikan pelayanan umum kepada masyarakat.
  • Bisnis penyewaan barang.
  • Usaha perantara yang memberikan jasa pelayanan kepada warga.
  • Bisnis yang berproduksi dan/atau berdagang barang-barang tertentu.
  • Bisnis keuangan yang memenuhi kebutuhan usaha-usaha skala mikro.
  • Usaha bersama sebagai induk dari unit-unit usaha yang dikembangkan masyarakat Desa.

Berikut ini kami akan mengulas lebih jauh mengenai klasifikasi jenis-jenis usaha tersebut.

1. Bisnis Sosial (Social Business)

Maksudnya adalah bisnis sosial sederhana yang memberikan pelayanan umum (serving) kepada masyarakat dengan memperoleh keuntungan finansial.

Pengembangan jenis-jenis usaha semacam ini cukup menarik dan memiliki peluang besar mengingat kebutuhan dan potensi di desa masih relatif tersedia.

Hanya saja potensi keuntungannya memang cukup terbatas karena fungsi sosialnya harus lebih ditonjolkan ketimbang mengejar keuntungan semata.

Beberapa contoh dari jenis usaha ini di antaranya seperti penyediaan air bersih dan air minum desa, usaha listrik mandiri desa, SPBU desa, lumbung pangan, serta jenis usaha yang mengandalkan sumber daya lokal dan teknologi tepat guna lainnya.

2. Bisnis Penyewaan (Renting)


Bisnis penyewaan yang dimaksud bertujuan untuk melayani kebutuhan masyarakat Desa dan mampu menghasilkan Pendapatan Asli Desa. Jenis usaha ini memiliki peluang yang cukup besar karena relatif mudah untuk dijalankan.

Beberapa kegiatan usaha penyewaan yang bisa dilakukan meliputi penyewaan alat transportasi, gedung pertemuan, perlengkapan resepsi atau hajatan, sewa ruko (rumah toko), tanah milik desa, dan barang-barang sewaan lainnya.

3. Usaha Perantara (Brokering)


Jenis usaha ini memberikan jasa pelayanan kepada warga dengan unit usaha BUMDES sebagai perantaranya.

Sejumlah contoh usaha perantara yang dapat dikembangkan di antaranya jasa pembayaran listrik, jasa penyaluran pupuk bersubsidi, jasa memasarkan produk hasil komoditi masyarakat desa, dan jasa pelayanan lainnya.

4. Usaha Produksi dan/atau Berdagang (Trading)


Klasifikasi usaha BUMDES yang berikutnya adalah bisnis yang berproduksi dan/atau berdagang barang-barang tertentu guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar ataupun untuk skala pasar yang lebih luas.

Contoh usaha yang berproduksi misalnya, pendirian pabrik es batu, pabrik pupuk organik, pabrik asap cair, pabrik batu bata, pengelolaan sumur bekas tambang, dan kegiatan bisnis yang sifatnya memproduksi barang lainnya.
Sedangkan untuk contoh usaha perdagangan misalnya pemasaran hasil pertanian, penjualan peralatan pertanian, usaha memasarkan kerajinan desa atau produk-produk unggulan desa lainnya, dan masih banyak lagi.

5. Bisnis Keuangan (Financial Business)


Bisnis keuangan yang dilakukan BUMDES harus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan usaha-usaha skala mikro yang dijalankan oleh pelaku usaha di Desa sehingga masyarakat memperoleh akses permodalan guna keberlangsungan usaha yang mereka jalankan.

Contoh jenis usaha ini di antaranya seperti pengembangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Lembaga Kredit Mikro (LKM), usaha pegadaian desa, serta jenis usaha lainnya yang berhubungan dengan jasa keuangan dan permodalan.

Bisnis ini juga berperan dalam menghubungkan warga yang memiliki dana berlebih untuk disalurkan sebagai pinjaman modal kepada pelaku usaha di desa.

Akan tetapi sebaiknya jenis usaha semacam ini diprioritaskan pada kredit untuk kebutuhan yang lebih produktif sehingga kegiatan ekonomi dan bisnis di desa dapat tetap berjalan dengan baik.

6. Usaha Bersama (Holding)


Usaha bersama pada BUMDES merupakan induk dari unit-unit usaha yang dikembangkan masyarakat desa baik dalam skala lokal maupun untuk kawasan pedesaan.

Contoh dari jenis usaha bersama meliputi pengembangan desa wisata yang mengorganisir rangkaian jenis usaha dari kelompok masyarakat, pengembangan kapal desa berskala menengah untuk mengorganisir nelayan kecil, pembangunan terminal agribisnis yang mengatur tata niaga sejumlah komoditas unggulan desa, dan masih banyak lagi.

Ada begitu banyak jenis dan contoh usaha BUMDES di Indonesia, tetapi belum tentu usaha tersebut dapat berhasil dan sukses. Pasalnya, ada banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan dari suatu usaha di desa.

Tidak hanya terbatas pada akses permodalan saja, tetapi bagaimana cara kita mengelola usaha tersebut.

Inspirasi Usaha BUMDES Sukses di Berbagai Daerah


Berbicara tentang bisnis, ada begitu banyak contoh bisnis khususnya untuk BUMDES yang memiliki prospek sangat bagus. Semua hal yang ada di desa bisa dimanfaatkan untuk menjadi potensi usaha yang menguntungkan.

Namun, hanya sedikit yang jeli dalam memanfaatkan potensi tersebut. Modal yang besar belumlah cukup untuk menjamin kesuksesan dari sebuah bisnis.

Kuncinya ada pada bagaimana memilih dan menentukan jenis usaha yang tepat bagi BUMDES agar bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat desa sehingga usaha tersebut bisa menghasilkan keuntungan yang menjanjikan.

Berikut ini kami bagikan beberapa inspirasi dari contoh-contoh usaha BUMDES yang sukses di beberapa daerah di Indonesia:

1. BUMDES Tirta Mandiri Ponggok, Jawa Tengah


Desa Ponggok memiliki banyak contoh usaha BUMDES yang mengantarkannya meraih penghargaan di Expo Bumdes pada tahun 2017. Desa ini dinobatkan sebagai Desa Terbaik dalam hal Pemberdayaan Masyarakat.

BUMDES Desa Ponggok memiliki tiga jenis usaha, antara lain:
  • Umbul Ponggok: Wisata air alami yang dapat digunakan untuk kegiatan snorkeling, dan diving. Kawasan wisata ini juga menyediakan jasa foto prawedding di dalam air.
  • Toko Desa Sumber Penguripan: Toko yang melayani kebutuhan masyarakat desa ini menjual aneka kebutuhan rumah tangga dan menjadi distributor bagi UMKM warga Ponggok.
  • Ponggok Ciblon: Unit Usaha dari wisata air Umbul Ponggok yang masih dalam tahap pengembangan.

2. BUMDES Panggungharjo, Yogyakarta


Usaha BUMDES di Desa Panggungharjo, yang mengolah limbah minyak goreng (jelantah). Selain itu, desa ini juga mengembangkan unit usaha lainnya seperti Argo Energi, Swalayan Desa (Minimarket Desa), dan Edu Tourism (Kampung Wisata Edukatif).

3. BUMDES Ganeas Sejahtera, Jawa Barat


Meski sempat mengalami pembekuan selama 3 tahun karena mengalami kerugian yang cukup besar, BUMDES Ganeas Sejahtera kembali bangkit, memperbaiki manajemen dan membentuk unit usaha baru berupa Unit Simpan Pinjam.

Jenis usaha yang dijalankan berupa pengelolaan sampah dan kini telah berkembang dengan memiliki 3 unit kendaraan pengangkut sampah untuk melayani sekitar 52 kepala keluarga.

4. BUMDES Desa Majasari, Jawa Barat


Jenis usaha yang dijalankan oleh BUMDES di Desa Majasari adalah penggemukan sapi. Sekarang ini BUMDES tersebut telah memiliki 200 ekor sapi yang juga diikutkan dalam lomba ternak berprestasi di tingkat Provinsi.

5. BUMDES Karya Makmur, Kalimantan Tengah


Jenis usaha yang dimiliki BUMDES Karya Makmur ialah usaha jual beli sawit dan penjualan pupuk non subsidi. Terbentuknya BUMDES Karya Makmur dilatarbelakangi nasib petani sawit skala kecil yang mengalami kesulitan untuk menjual hasil panennya.

Pasalnya, pengepul besar hanya mau mengambil hasil panen sawit dengan jumlah di atas 2,5 ton. Kurang dari itu, petani harus mengantarkannya ke pos pengepul yang jaraknya jauh dan harganya tidak sesuai dengan pengobanan waktu serta tenaga yang dikeluarkan.

BUMDES ini menerapkan sistem ‘door to door’ atau “jemput bola” untuk membantu para petani yang ingin menjual hasil panen sawitnya. Bahkan, hasil panen di bawah 100 kg tetap diangkut sehingga membuat para petani sawit lebih semangat untuk mengelola lahan sawitnya.
Itulah sejumlah inspirasi BUMDES yang sukses dari beberapa daerah di Nusantara. Dengan membaca ulasan di atas, diharapkan dapat membantu pengelola BUMDES dalam memilih jenis usaha apa yang cocok dijalankan di desanya.

Sumber: www.berdesa.com | updesa.com

Posting Komentar

Copyright © 2019 Yoadit.com