Pengertian Chauvinisme Beserta Sejarah dan Dampak dalam Penerapannya


Yoadit.com - Posting kali ini kami akan membahas pengertian Chauvinisme, sejarah, dan dampak dalam penerapannya baik dari segi positif maupun negatif.

Pengertian Chauvinisme


Pengertian Chauvinisme Beserta Sejarah dan Dampak dalam Penerapannya
Definisi Chauvinisme adalah suatu paham atau sikap kesetiaan kepada satu pihak atau satu keyakinan saja tanpa mau mempertimbangkan pandangan lain sebagai alternatif.
Chauvinisme merupakan sikap yang hanya percaya dan menganggap satu pandangan yang paling benar tanpa memikirkan baik dan buruk pandangan lainnya.

Istilah Chauvinisme berasa dari seorang figur fiktif bernama Nicolas Chauvin yang adalah seorang tentara setia Napoleon Bonaparte.

Chauvin tetap setia kepadanya sekalipun Napoleon telah kalah dan dibuang. Chauvinisme kemudian digunakan untuk menyebut seseorang yang memiliki pandangan sama seperti Chauvin.

Selain itu juga ada istilah Chauvinisme Nasionalisme yang mengandung pengertian suatu pandangan seseorang yang percaya kepada negaranya bahkan rela berkorban demi pandangannya terhadap negara tersebut.

Seseorang yang memilih partai berideologi chauvin maka dia sangat yakin dan fanatik terhadap partai politiknya tersebut.

Chauvinisme dalam konteks politik ataupun negara dapat membuat seseorang menyerang siapa saja yang memiliki pandangan berbeda atau mendukung partai yang berbeda.

Maka bisa dikatakan, Chauvinisme adalah pandangan seseorang tentang suatu hal yang dianggap sangat penting dan membuatnya sangat fanatik terhadap pandangan tersebut.

Beberapa Pengertian Chauvinisme Menurut Ahli


Para ahli mendefinisikan Chauvinisme sebagai berikut:

1. Mirandalaurensi (2014)


Mirandalaurensi mendefinisikan Chauvinisme sebagai suatu bentuk tindakan yang mengagung-agungkan negaranya dan menggangap negara lain remeh. Ciri khas Chauvinisme adalah suka menghina terhadap negara-negara lainnya.

2. Inoviana (2014)


Chauvinisme menurut Inoviana adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada suatu kesetiaan ekstrim terhadap suatu pihak tanpa mau mempertimbangan pandangan alternatif dari pihak lainnya.

3. St-Times (2013)


Sedangkan menurut St-Times, pengertian Chauvinisme adalah rasa cinta terhadap tanah air secara berlebihan dengan mengagung-agungkan bangsa sendiri, tetapi meremehkan dan merendahkan bangsa lain.

4. Wikipedia


Pengertian Chauvinisme menurut Wikipedia ialah suatu bentuk ajaran mengenai cinta terhadap tanah air secara berlebih-lebihan.

Sejarah Chauvinisme


Nicholas Chauvin merupakan sumber dari berkembangnya istilah Chauvinisme. Chauvin adalah seorang tentara yang setia terhadap Napoleon Bonaparte. Bahkan, kesetiannya itu tetap tidak goyah meskipun Napoleon sudah dikalahkan dan dibuang oleh musuh.

Istilah Chauvinisme kemudian diibaratkan seperti sosok Chauvin. Namun, tidak begitu banyak referensi yang menyebutkan bahwa dialah sosok yang menjadi inspirasi istilah Chauvinisme.

Dari kisah Chauvin kemudian Chauvinisme dianggap sebagai suatu paham yang cenderung loyal atau kesetiaan fanatik seseorang terhadap suatu hal.

Contoh Chauvinisme yang pernah tercatat dalam sejarah adalah ketika Adolf Hitler mengemukakan suatu pernyataan bahwa Jerman di atas segala-galanya dalam dunia (Deutschland uber alles in der welt”.

Jargon ini juga sering digunakan Jerman untuk memberi semangat bagi para atletnya yang berlaga di kejuaraan internasional, seperti FIFA World Cup, Euro Championship, ataupun Olympiade.

Tokoh lain yang juga pernah menganut paham Chauvinisme dalam sejarah adalah Tenno Haika (Jepang) yang menganggap bahwa negara lain tidak ada yang lebih baik dari Jepang.

Selain itu ada juga Benito Mussolini (Italia) yang menganggap negara lain hanyalah peniru dan tidak kreatif seperti Italia.

Dampak Positif dan Negatif Chauvinisme


Dampak positif dari Chauvinisme ialah dapat mempersatukan warga negara menjadi satu kesatuan yang tunduk terhadap pemerintahan.
Di sisi lain, Chauvinisme juga dapat menimbulkan dampak negatif, di antaranya sebagai berikut:
  • Timbulnya peperangan dan pertikaian antar bangsa dan negara.
  • Merusak perdamaian dunia.
  • Terhambatnya pembangunan karena adanya sikap tertutup terhadap Negara lain.
  • Membentuk karakter seseorang yang lebih tertutup dan sulit bersosialisasi dengan orang lain.
  • Dapat mengarahkan orang mengabaikan Tuhan sebagai pencipta semesta alam.
  • Membuat seorang pemimpin suatu Negara tidak takut untuk menyerang Negara lain demi kekuasaan.
  • Membuat seseorang tidak berpikir positif terhadap kebaikan bangsa lainnya.


Itulah sedikit penjelasan tentang pengertian, sejarah, dan dampak Chauvinisme yang dapat kami sampaikan kepada Anda. Semoga dapat menambah wawasan.

sumber: www.seputarpengetahuan.co.id

Posting Komentar

Copyright © 2019 Yoadit.com