Prospek Kerja Jurusan Aktuaria Di Masa Depan


Yoadit.com - Jurusan Aktuaria itu apa sih? Apa saja yang dipelajari di Jurusan Aktuaria? Bagaimana prospek kerja Jurusan Aktuaria setelah lulus nanti?

Prospek Kerja Jurusan Aktuaria Di Masa Depan
via www.idntimes.com
Pertanyaan-pertanyaan di atas mungkin terbersit dibenak kamu yang sedang pilih-pilih jurusan dan penasaran dengan Jurusan Aktuaria. Dan posting berikut ini akan mengupasnya buat kamu sehingga lebih memahami tentang Jurusan Aktuaria.

Simak juga: 16 Jurusan yang Sedikit Peminat Tapi Peluang Kerja Besar di Indonesia

Apa yang Dipelajari di Jurusan Aktuaria?


Meskipun masyarakat Indonesia masih kurang mengenal Jurusan Aktuaria dan profesi Aktuaris, tapi bidang ini sudah cukup populer di negara-negara maju.

Profesi Aktuaris bersertifikasi di Indonesia masih sangat jarang, dan kebutuhan tenaga di bidang ini masih sangat banyak sehingga peluangnya di dunia kerja masih terbuka lebar.

Kembali pada apa saja yang dipelajari pada Ilmu Aktuaria. Kalau kamu sudah kenal dengan Ilmu Matematika dan Ekonomi, maka Aktuaria merupakan gabungan keduanya.

Jurusan Aktuaria berada di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Aktuaria ini diibaratkan Ekonominya IPA, tapi dengan pendekatan yang lebih saintifik. Bahkan, seringkali Aktuaria disebut juga sebagai Matematika Asuransi.

Baca juga: Ingin Cepat Kaya? Simak Pekerjaan Jurusan IPA yang Gajinya Besar Berikut Ini!

Jadi, bisa dipastikan mahasiswa Aktuaria akan banyak belajar hitung-menghitung yang matematis. Selain Matematika, kamu juga akan akan belajar tentang Probabilita Stastitika, Komputerisasi dan Pemrograman Aktuaria, Dasar-dasar Kalkulus, Manajemen Bisnis, Hukum Asuransi, Matematika Asuransi Jiwa, dan lain-lain.

Semua bidang ilmu tersebut nantinya akan kamu butuhkan untuk dapat menganalisa risiko keuangan di masa yang akan datang.

Kamu akan banyak menggunakan kemampuan hitung-menghitung dalam Matematika dan Statistika untuk menghitung peluang dan prediksi, sekaligus menganalisis dampak maupun risiko yang dapat terjadi dari peluang dan prediksi tersebut. Nah, biasanya Kalkulasi dan manajemen risiko ini ada dalam dunia asuransi.

Prospek Kerja Jurusan Aktuaria dan Profesi Aktuaris


Karena kemampuan kalkulasi dan pengelolaan risiko yang dimilikinya, profesi Aktuaris sangat dibutuhkan di perusahaan Asuransi maupun perusahaan lain yang membutuhkan perhitungan tentang dampak dan risiko.

Namun demikian, profesi Aktuaris tidak terbatas hanya pada dunia asuransi, tapi juga dibutuhkan di bidang keuangan secara umum, seperti bagian manajemen risiko atau bagian tunjangna karyawan.

Di samping itu, pemerintah telah mewajibkan setiap perusahaan, khususnya perusahaan asuransi untuk memiliki tenaga Aktuaris yang telah bersertifikasi. Oleh karena itu, ke depannya permintaan akan tenaga Aktuaris akan semakin meningkat di dunia kerja.

Berapa penghasilan yang diperoleh seorang Aktuaris?

Sebagai gambaran, seorang Aktuaris yang mengawali karir sebagai Actuarial Analysist bisa mendapatkan gaji antara Rp 4 juta – Rp 7 juta per bulannya.

Gaji yang akan diterima juga semakin besar bila jenjang sertifikasi yang diambil semakin tinggi. Bahkan, bila lulus ujian sertifikasi dan berada pada level ajun atau Associate (Associate Societies Actuary Indonesia), penghasilan yang diperoleh bisa setara level manajer.

Naik level lagi di atasnya, yaitu seorang Chief Actuary, gajinya bisa setara dengan Direktur Utama yang gajinya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Perguruan Tinggi dengan Jurusan Kuliah Aktuaris


Sayangnya, belum banyak perguruan tinggi yang menyediakan Jurusan Aktuaria. Untuk sementara, Jurusan Aktuaria baru tersedia di beberapa Perguruan Tinggi Negeri besar, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Beberapa Perguruan Tinggi Swasta juga ada yang menyediakan Jurusan Aktuaria, seperti Surya University, Universitas Pelita Harapan, Universitas Katolik Parahyangan, dan Universitas Prasetiya Mulya.

Selesai kuliah, perjuanganmu belum cukup karena masih membutuhkan sertifikasi yang bisa memakan waktu sampai 7 atau 8 tahun.

Memakan waktu cukup lama karena mata uji sertifikasi tersebut juga cukup banyak, mulai dari Matematika Keuangan, Ekonomi, Akuntansi, Probabilita dan Statistika, Metoda Statistika, Matematika Aktuaria, Pemodelan dan Teori Risiko, Manajemen Aktuaria, Investasi dan Manajemen Aset, hingga Aspek Aktuaria Dalam.

Sebagai info, kelima PTN di atas sudah bekerjasama dengan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) sebagai penyelenggara uji sertifikasi. Jadi, sebelum lulus kamu bisa langsung mengambil beberapa mata uji sertifikasi, dan sisanya bisa ditempuh setelah lulus kuliah, pelan-pelan sambil bekerja.

Kiat Sukses Menjadi Aktuaris dengan Gaji Tinggi


Pekerjaan Aktuaris membutuhkan keahlian ilmu statistika, dan kemampuan analisis untuk perencanaan masa depan bisnis.

Besarnya penghasilan Aktuaris memang menggiurkan, tetapi proses untuk menjadi Aktuaris berpenghasilan tinggi bukanlah hal yang mudah, butuh proses, perjuangan dan waktu yang tak singkat.

Lantas bagaimana kiat untuk menjadi Aktuaris sukses dengan penghasilan tinggi?

1. Teliti dan Memiliki Kepekaan Terhadap Detail


Seorang Aktuaris harus memiliki tingkat ketelitian yang tinggi dan peka terhadap detail. Detail yang dimaksud berhubungan dengan fakta baik maupun fakta buruk yang dialami oleh suatu perusahaan.

Analisis keliru dapat berdampak buruk bagi masa depan finansial suatu perusahaan. Intinya, kamu diharapkan mampu memprediksi kapan pembayaran dalam transaksi perlu dilakukan di masa depan tanpa berisiko pada kerugian.

Selain itu, perusahaan juga membutuhkan seorang ahli atau suksesor untuk memperkuat kemitraan dengan pihak lain di luar perusahaan. Kepekaan seorang Aktuaris terhadap detail yang ada, diharapkan dapat membuat penerapan strategi di masa depan jadi lebih terencana.

2. Miliki Keahlian Matematika dan Statistika yang Mumpuni


Untuk dapat menyelesaikan setiap tugas yang diberikan, seorang Aktuaris harus memiliki kemampuan Matematika dan Statistika yang mumpuni. Kemampuan ini berkaitan dengan upaya menaksir risiko dalam sebuah industri.

Aktuaris juga menjadi penentu harga premi dari perusahaan asuransi dan keuangan. Sehingga perlu perhitungan yang matang dan tidak boleh keliru.

Keseimbangan harga premi dengan taksiran risiko, dan premi para pesaing juga tidak boleh terlalu murah, atau terlalu mahal agar perusahaan tidak kehilangan klien, tidak merusak pasar, dan tidak merugikan keuangan perusahaan. Di sinilah salah satu peran vital seorang Aktuaris.

3. Ketahui Syarat Menjadi Aktuaris Bersertifikasi


Selain keahlian Matematika dan Statistika, seorang Aktuaris profesional juga harus memiliki sertifikasi. Ujian Sertifikasi biasanya diadakan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), kamu bisa mengikutinya di beberapa perguruan tinggi yang sudah bekerja sama dengan PAI.

4. Cari Peluang Mendapatkan Beasiswa


Kamu bisa memiliki potensi bekerja lebih cepat dengan mengikuti program beasiswa yang biasanya diadakan oleh perusahaan asuransi terkemuka. Misalnya saja AIA, perusahaan ini sering mengadakan program beasiswa untuk Jurusan Aktuaris.

Pihak tersebut juga bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, seperti UI, ITB, UGM, IPB, dan ITS. Seleksi yang ketat tentu harus kamu lalui untuk bisa mendapatkan program beasiswa tersebut.

Jangan lewatkan: 10 Jurusan Kuliah Buat Kamu yang Terampil dan Berjiwa Seni

Penutup


Peluang untuk menjadi tenaga Aktuaris di Indonesia masih sangat bagus. Tetapi untuk bisa menjadi Aktuaris profesional memang tidak mudah, butuh proses, perjuangan dan waktu yang tidak singkat.

Semoga kamu bisa meraih cita-cita menjadi seorang Aktuaris dengan gaji tinggi ya sob!

Sumber: swara.tunaiku.com | akupintar.id

Posting Komentar

Copyright © 2019 Yoadit.com